April 12, 2024

Ganjar Ajak Ribuan Nahdliyin Temanggung untuk Jaga Kerukunan-Majukan Kehidupan Berbangsa

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (Fhoto : Humas Prov. Jawa Tengah)

Spread the love

MAHARDIKAnews.com – Temanggung – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menghadiri apel peringatan harlah 100 tahun atau 1 abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) di Alun-Alun Kabupaten Temanggung pada Selasa (31/1) siang.

Di hadapan 15 ribu para Nahdliyin yang hadir, Ganjar menyampaikan pentingnya NU sebagai organisasi Islam terbesar di dunia dalam merawat kerukunan dan juga memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut Ganjar, NU telah memberikan banyak kontribusi tidak hanya untuk kegiatan keagamaan saja, tetapi juga banyak sektor lainnya seperti pendidikan, kesehatan hingga politik.

“Peran Nahdlatul Ulama sangat banyak sekali, sosial, pendidikan, kesehatan, kemasyarakatan sanpai politik. Ini momentum buat kawan-kawan NU untuk bisa berkontribusi menatap masa depan dan terlibat di dalamnya,” kata Ganjar usai acara.

Pada peringatan 1 abad NU itu, Ganjar juga memotivasi para Nahdliyin yang didominasi oleh para santriwan dan santriwati itu untuk meraih cita-cita setinggi mungkin, terlepas dari pendidikan pesantren yang kini juga semakin berkembang.

“Anak-anak tadi ada santri, madrasah yang ternyata mereka punya cita-cita tinggi. Saya mau jadi dokter pak, saya mau jadi politisi pak,” ucap Ganjar.

Ganjar menyebutkan, tak sedikit Nahdliyin lulusan pesantren yang berhasil menjadi tokoh-tokoh penting nasional, baik pada masa sebelum kemerdekaan maupun sesudah merdeka.

Oleh sebab itu, Ganjar mendorong para santri untuk terus mengembangkan bakat dan keterampilan yang dimiliki.

“Artinya anak-anak yang di bawah naungan NU punya spirit luar biasa dan sudah banyak contohnya, ada presiden, menteri, pejabat publik, pengusaha, kyai,” jelas Ganjar.

Ganjar pun mengharapkan, NU tetap mampu menjadi organisasi yang selalu memberikan kedamaian dan kesejukaan dalam setiap kegiatan dan juga ceramahnya.

“NU selalu memberikan ketenganan pada anak bangsa, ceramah-ceramah menyejukkan dan itu saya kira bisa dijadikan doa,” pungkasnya. (red)