Desember 16, 2025

Berlangsung Semarak, Maulid Betawi di Ponpes Kun Fayakun Dihadiri Puluhan Ulama

1764646974563
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com PONDOK AREN, — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan ciri khas kaum Betawi, sekaligus Milad Kyai Firman Al Batawi alias Kyai Wiro berlangsung semarak dan meriah, di Ponpes Kun Fayakun jalan H. Jiun, Perigi Lama, Pondok Aren Tangsel.

Semarak dan meriahnya acara ini karena selain dihadiri puluhan ulama dari berbagai daerah dan ribuan jama’ah, Kyai Wiro juga memberikan banyak santunan untuk anak yatim dan dhuafa secara langsung.

“Buat anak yatim kesini !”.

“Para janda yang juga sudah tua dan ga bisa kawin lagi kemari, !” kata Kyai Wiro, usai memberikan sambutan dengan nada bercanda.

Acara spontan ini tentu saja membuat suasana menjadi mendadak ramai, dengan suara riuh rendah hadirin yang menemuinya.

Dengan sabar dan senyum penuh kasih sayang, Kyai Wiro memberikan sejumlah uang melalui amplop yang sudah disediakannya, satu persatu.

 

“Terima kasih kyai, berkah kyai ya, berkah kyai,” begitulah ucapan do’a yang meluncur dari para hadirin saat menerima santunan.

Terkait hal ini Kyai Wiro menjelaskan bahwa hal ini sebagai bentuk apresiasinya pada jama’ah yang hadir di acaranya ini.

“Jadi kita ga minta dikirimin anak yatim ke acara ini. Yang ada saja yang kita kasih, terutama kaum ibu yang nampak lebih banyak hadir,” jelasnya atas pembagian amplop berisi uang tersebut.

Sedangkan untuk istilah Maulid Betawi, Kyai Wiro menjelaskan bahwa itu hanya istilah saja. Seperti istilah Maulid Arbain yang sudah sering dilakukan umat Islam.

“Maulid Betawi itu biasanya motong Kebo di acara perayaan maulid, karena itu kita sebut maulid Betawi, tapi yang dirayakan ya tetap Maulid Nabi,” imbuhnya.

“Maulid Arbain kan juga gitu, itu hanya istilah yang artinya perayaan Maulid selama 40 hari atau 40 malam. Tapi yang diperingati tentu Maulid Nabi besar Muhammad SAW,” tegasnya.

Dalam acara maulid nabi yang dilaksanakan oleh Kyai Wiro, dia memang memotong seekor kerbau untuk dimasak dan dibagikan bagi para jama’ah. Karena itu dia menyebutnya sebagai Maulid Betawi.

Kondisi ini tak lepas dari kebudayaan para leluhur warga Betawi, yang selalu memotong kerbau saat merayakan Maulid Nabi, dahulunya.

Menurut mereka, perayaan Maulid Nabi merupakan momen yang sangat spesial bagi umat islam, untuk mengenang nabi Muhammad dan perjuangannya, dalam menyebarkan agama Islam di dunia ini.

Usai acara Maulid dilaksanakan, puluhan ulama dari berbagai daerah dan para alumni ponpes Salafiyah Situbondo, yang merupakan teman Kyai Wiro saat mondok dahulu pun memberikan ucapan khusus pada Kyai Wiro.

“Semoga kyai Wiro panjang umur, bertambah – tambah berkah dan rizqinya, hidupnya dan dan pesantren yang diasuhnya ya, Aamiin,” ucap KH. Nasrullah, sebagai penceramah dalam acara ini.

Nampak hadir dalam acara ini, Lurah Perigi Lama Drs. H. Edi Suherman, Ketua MWC NU Pondok Aren, H. Fathur Rahman, Panglima Dakil Kyai Hasan Asari atau Ki Ao, dan banyak ulama lainnya lagi.

Sedangkan untuk acara, dipandu oleh Ki Irvan Abatasa dari majelis Sabilal Muhtadin, Kavling Kinayungan 105 Pondok Kacang Barat Pondok Aren Tangsel. (Ivan)