Ketua MWC NU Pondok Aren dan Lurah Perigi Lama Apresiasi Maulid Betawi di Ponpes Kun Fayakun
MAHARDHIKAnews.com PONDOK AREN, — Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ( MWC NU ) Pondok Aren, H. Fathur Rahman, apresiasi pagelaran Maulid Betawi yang di gelar oleh Pimpinan Ponpes Kun Fayakun Kyai Firman Al Batawi, atau Populer dengan sebutan Kyai Wiro, Senin malam (01/12.
Apresiasi diberikan karena bukan karena acara maulid nabi nya saja, tapi karena dalam Maulid Betawi ini dilakukan pemotongan 1 (satu) ekor hewan kerbau, sebagai mana dilakukan oleh kaum Betawi terdahulu yang saat ini sudah sangat jarang dilakukan.
Satu ekor kerbau yang berasal dari Kyai Wiro ini, disembelih dan dimasak guna dinikmati bersama oleh jama’ah yang hadir usai acara maulid nabi selesai dilaksanakan.
“Ini sebuah tradisi yang baik ya dari kaum Betawi, karena selain mengingat bagaimana perjuangan Rasulullah SAW, juga ada suasana keakraban yang terjalin dengan sesama jama’ah,” ungkap H. Fathur usai acara.
Dia yang datang bersama dengan para pengurus MWC dan Ranting se-Pondok Aren, terlihat menikmati acara ini bersama dengan para ulama lainnya, yang datang dari berbagai wilayah.
Hal senada juga diungkapkan oleh Lurah Perigi Lama, H. Edi Suherman. Sebagai pemangku wilayah kelurahan Perigi Lama dimana lokasi ponpes Kun Fayakun berada, dia mengaku sangat bangga dengan Kyai Wiro.

Menurut nya, apa yang dilakukan oleh Kyai Wiro dengan menghidupkan kembali tradisi Betawi yang sudah jarang dilakukan dalam perkara ibadah, bisa dijadikan contoh bagi yang lainnya.
“Kalo dulu kan kita patungan ya biar bisa beli kebonya, tapi ini Alhamdulillah Kyai Wiro bisa lakukan secara mandiri. Semoga rejekinya tambah banyak dan berkah ya,” ujar Lurah Perigi Lama saat sambutannya.
Menurut nya, pelaksanaan Maulid Nabi merupakan suatu tradisi yang baik, sebagaimana yang dilakukan oleh Kelurahan Perigi Lama.
“Satu tahun yang lalu saya juga hadir ke acara ini disini. Dan setelah itu kita laksanakan Maulid Arbain, atau Maulid Nabi selama 40 kali,” imbuhnya.
“Selama acara maulid itu kita lakukan, angka kematian di Kelurahan Perigi itu menurun, dan suasana lingkungan di Perigi Lama juga kondusif,” terangnya sambil tersenyum.
Karena itu, dia juga berharap agar warga Perigi Lama bisa melaksanakan Maulid Nabi dan menghadiri nya, karena ada banyak keberkahan dalam acara tersebut.
“Insya Allah nanti kita juga akan kembali melaksanakan Maulid Arbain. Dan betul kata Kyai Wiro bahwa perayaan Maulid Nabi bisa kita lakukan kapan saja,” pungkasnya.
Acara Maulid Betawi ini memang cukup menarik minat jama’ah menghadirinya. Karena selain mendapatkan keberkahan dari acaranya, mereka juga bisa menikmati daging kerbau yang dimasak dengan cara di semur dan di sop.
“Enak sekali semurnya pak, mantab. Dagingnya empuk dan gurih, pokoknya ajib dah,” ujar salah seorang jama’ah usai menikmati hidangan yang disuguhkan oleh Ponpes Kun Fayakun sambil tersenyum lebar.
Selain dari pada jamuan makan yang mewah, Kyai Wiro juga memberikan sebuah Tumbler atau tempat minum mini sebagian kenang-kenangan bagi para ulama yang hadir.
Untuk lokasi Ponpes Enterprenersip Kun Fayakun dan Majelis Pesona ( Pecinta Sholawat Nariyah), ada di Jl. H. Jiun Raya, Perigi Lama Pondok Aren Tangsel. (Ivan)






