Mulai 1 Juli 2025, Kopdeskel Merah Putih Bisa Ajukan Pinjaman Modal Kepada Himbara
MAHARDHIKAnews.comKAB. KARAWANG, –– Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) dapat mengajukan pinjaman modal mulai 1 Juli 2025. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pinjaman ini dapat diajukan kepada Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Anggota Himbara terdiri dari empat bank BUMN yaitu Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Tabungan Negara (BTN).
Zulhas menyebut, keputusan ini merupakan hasil rapat koordinasi dengan sejumlah Kementerian/Lembaga terkait, Rabu (25/6).
“Kami barusan rapat koordinasi persiapan, 1 Juli uang plafonnya bisa digunakan, plafon pinjaman sudah bisa digunakan,” kata dia dikutip Kamis, (26/6/2025).
Ia menjelaskan, untuk melakukan pengajuan pinjaman, kopdeskel harus menyusun proposal khusus, bagaimana bentuk koperasi yang akan berjalan, apakah sembako, pangkalan gas atau gerai pupuk. Proposal itu juga harus dilengkapi dengan bagaimana koperasi tersebut dapat menggunakan modalnya.
“Tadi sudah disampaikan ya bagaimana cara menggunakannya, kemudian aspek IT-nya gimana, kemudian proposalnya, karena ini kita memilih cara yang benar, bukan cara yang mudah. Jadi misalnya nanti, ini kan bukan APBN ya, koperasi itu nanti pinjaman, plafon. Misalnya dia mau menjadi agen sembako, bagaimana caranya proposal untuk menggunakan modalnya, itu nanti disiapkan,” terang Zulhas.
Saat ini jumlah Koperasi Desa Merah Putih telah mencapai lebih dari 80.000 unit. Zulhas mengatakan sebanyak 65.000 unit sudah berbadan hukum.
“Mudah-mudahan sampai akhir Juni semua sudah punya legalitas yang lengkap. Jadi sudah ada dari Menteri Hukumnya sampai akhir Juni ini dan sampai akhir Juni ini juga sudah dipersiapkan yang mock up 80.000 unit,” jelas Zulhas.
Presiden Prabowo Subianto diagendakan meresmikan Koperasi Desa Merah Putih pada 19 Juli 2025 sebagai tonggak penting penguatan ekonomi rakyat berbasis desa.
“Nanti yang akan me-launching Kopdeskel Merah Putih ini, Bapak Presiden Prabowo Subianto langsung, beliau sudah setuju, diperkirakan nanti tanggal 19 Juli 2025,” jelas Zulhas.
Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan plafon pinjaman yang diberikan berkisar Rp 1-3 miliar untuk setiap Kopdeskel Merah Putih. Pria yang akrab disapa Tiko itu mengatakan pihaknya baru memperkirakan anggaran setiap Kopdeskel Merah Putih berdasarkan kebutuhan.
“Kami kemarin sudah melakukan simulasi, seandainya katakanlah koperasi yang di skala desanya kecil, dia butuh truk satu, dan bangun gudang skala 100 meter itu mungkin sekitar Rp 1 miliar misalnya gitu. Jadi kita lagi mengukur skalanya, jadi Rp 3 miliar itu tidak semuanya sama ya, itu yang harus dipahami, semua itu tergantung kebutuhan dan size koperasi dan desanya masing-masing,” kata Tiko.
Usai menggelar rapat koordinasi terbatas, di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (4/6) Tiko menerangkan lebih lanjut, kebutuhan tersebut dibedakan menjadi dua, yakni sebagai investasi dan modal bisnis. Peruntukan investasi itu digunakan untuk membangun gudang, membeli alat dan mesin pertanian, atau truk untuk sarana transportasi,” pungkasnya. (D-Hunter)






