Sardi SE., Gelar Tasyakuran Walimatul Khitan Dan Aqiqah Sekaligus Pengajian Oleh KH. Mukti Ali M.Pd
MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Tasyakuran Walimatul Khitan dan Aqiqah adalah dua acara berbeda namun sering kali digabungkan dalam satu perayaan. Walimatul khitan adalah acara syukuran setelah anak laki-laki disunat, sementara aqiqah adalah syukuran kelahiran anak yang melibatkan penyembelihan hewan ternak. Menggabungkan keduanya dalam satu acara adalah hal yang umum dan diperbolehkan dalam Islam, selama tatacaranya sesuai syariat.
Sardi, SE menggelar acara tasyakuran walimatul khitan ananda Galang Naufal Rabbani dan aqiqah ananda Marchelly Sicilia Zen, cucu tercintanya. Berlokasi di kediamannya, Dusun Karangjaya RT 003/004 Desa Tanjungpakis Kec. Pakisjaya Kab. Karawang, di mulai sejak pukul 20.00 – 23.00 wib, pada Sabtu (28/6).
Dalam kesempatan tersebut turut hadir, aparatur Pemdes Tanjungpakis, aparatur Pemdes Tanjungmekar, Kasipem Kec.Pakisjaya, ketua DKM Masjid Besar Al-Awwabien, ketua DKM Jamie Baiturrahim, serta para tamu undangan.
Acara tasyakuran walimatul khitan dan aqiqah melibatkan pembacaan tahlil oleh Ust.Jajat Sudrajat, qiroatul qur’an oleh Ust.Burhan, tausiyah agama oleh penceramah (KH.Mukti Ali al-Bantani, M.Pd), pembacaan doa yang dipimpin oleh Ust.Tajudin, dan diakhiri acara makan bersama.
Diwaktu dan tempat yang sama, Sohibul hajat Sardi, SE mengucapkan terimakasih kepada seluruh tamu undangan, warga masyarakat sekitar, dan sanak famili yang telah menyempatkan waktu luangnya untuk bisa hadir di acara kami ini.
“Terimakasih untuk semuanya, sudah berkenan hadir memenuhi undangan kami,” ujar Sardi, SE.
“Semoga kita semua selalu ada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, dimudahkan rejeki, serta dilancarkan dalam segala urusannya,” tandas Sardi, SE.
Tasyakuran walimatul khitan bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat khitan dan sebagai bentuk perlindungan serta perawatan selama proses khitan.
Tujuan aqiqah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, mensyukuri nikmat kelahiran anak, dan sebagai bentuk perlindungan dari gangguan setan, serta menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat hubungan sosial dalam masyarakat. (D-Hunter)






