KH. Ahmad Ghazali ‘Sentil’ Wali Santri di Istighosah Rutin Mingguan Pontren Assa’adah Setu Tangsel
MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Istilah Istighosah sering digunakan dan erat hubungannya di kalangan umat islam khususnya kaum Nahdliyin atau NU (Nahdlatul Ulama). Istilah ini dikenal sebagai sebuah usaha berupa rangkaian dzikir, sholawat dan do’a yang dipanjatkan pelakunya guna memohon pertolongan pada Allah.
Salah atu pelaku yang suka mengadakan istighosah adalah Pontren Assa’adah Setu Tangse. Acar ini di gelar tiap sebulan sekali di Minggu pertama oleh Dewan guru bersama dengan santri dan wali santri.
Meski hanya sebulan sekali, namun banyak diantara para wali santri tersebut yang tak menghadiri acara ini. Karena itu Pimpinan sekaligus pendiri Ponpes Assa’adah KH. Ahmad Ghazali atau biasa di panggil Abah ini pun ‘menyentil’ para wali santri, dengan mengutip sebuah hadis nabi SAW.
“Jelas tertulis dalam hadis tadi bahwa meski pun sudah dijamin masuk syurga, tapi nabi Muhammad selalu beristighfar (memohom ampun) pada Allah sebanyak 100 kali setiap harinya,” ujar Abah Ghazali.
“Lalu bagaimana dengan kita ?”. ” Berapa kali kita beristighfar ?”, tanya Abah Ghazali.
“Kadang yang habis sholat hanya 3x saja kita tidak, tapi langsung bangun melaksanakan aktifitas lain,” tandasnya, Minggu (12/01).

Melalui kesempatannya kali ini Abah Ghazali mengingatkan, bahwa istighosah adalah sebuah usaha untuk mengajak para wali santri beristigfar, sekaligus memohon pertolongan pada Allah atas segala hajatnya.
“Semoga dengan istighosah yang kita lakukan, yang merupakan amalan para Masyayikh kita khususnya Mbah Dim Rois Kaliwungu, semua hajatnya kita terkabul dan terwujud,” imbuhnya.
Lanjut Abah Ghazali, Kita semua berharap agar para santri maupun santriwati yang belajar disini bisa betah, mudah menerima pelajaran dan berhasil dalam pendidikannya.
“Kita tidak bisa melaksanakan itu semua tanpa adanya izin Allah dan dukungan para Auliya. Karena itulah kita beristighosah” tegasnya.
Acara yang dilaksanakan di aula Madzita (Majelis Dzikir dan Tombo Ati) dilingkungan ponpes tersebut, memang nampak sedikit dihadiri oleh para wali santri.
Abah Ghazali pun meminta kepada para petugas keamanan ponpes untuk melarang para orang tua santri yang hadir di atas jam 09.00 WIB pagi ke pondok.
“Bilang sama orang tua santri untuk datang lagi di bulan depan ya. Biar setiap acara istighosah mereka mau hadir,” katanya.
Teguran tidak hanya diberikan pada wali santri, tapi juga pada dewan guru dan kepala sekolah di ponpes yang beralamat di Perumahan Puri Serpong Blok C1 Tangsel ini.
“Jika para guru apa lagi kepala sekolah tidak disiplin, maka bagaimana mau mendidik anak santrinya,” kata Abah Ghazali.
Sebagi efek jera, dia pun langsung membuat surat teguran bagi para guru yang kedapatan tidak hadir tanpa izin di hari itu. (Ivan)






