Selamat Datang Bulan Rabiul Awal 1447 H, Bulan Kelahiran Baginda Rasulullah SAW
MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG,– Minggu petang 24 Agustus 2025 Masehi, Segala puji bagi Allah SWT, dimana kita telah memasuki bulan Rabiul Awal atau bulan Maulid 1447 Hijriyah. Bulan Rabiul Awal adalah bulan ke-3 dalam urutan kalender Hijriyah.
Bulan Rabiul Awal merupakan bulan bersejarah bagi umat muslim. Karena pada hari Senin bulan Rabiul Awal pada tahun Gajah, telah lahir pemimpin seluruh umat muslim yang menjadi Rahmatan Lil’ Alamin. Beliau adalah baginda Rasulullah SAW.
Rabiul Awal adalah bulan untuk mengungkapkan kecintaan dan kegembiraan terhadap Rasulullah SAW. Bahkan, orang kafir sekalipun akan mendapatkan manfaat dengan kegembiraan tersebut.
Dalam hadits riwayat imam al-Bukhari dikisahkan, saat Tsuwaibah (Budak Abu Lahab) menyampaikan kabar gembira mengenai kelahiran bayi yang sangat mulia, Abu Lahab segera memerdekakan Tsuwaibah sebagai tanda wujud cinta dan kasih. Karena kegembiraannya tersebut, pada hari kiamat kelak, siksa atas dirinya akan diringankan di setiap hari Senin.
Rabiul Awal juga menjadi bulan untuk mengembalikan keteguhan cinta pada Rasulullah SAW. Untuk seorang mukmin, kecintaan pada Nabi merupakan sebuah kewajiban dan salah satu cara meningkatkan iman dan taqwa. Kecintaan pada Nabi haruslah berada di barisan atas melebihi segalanya bahkan pada keluarga dan diri sendiri.
“Tidak sempurna iman salah satu diantara kamu sehingga aku lebih dicintai olehnya daripada anaknya, orang tua dan seluruh manusia.” (HR. Bukhari Muslim).
Merujuk kepada kalender Hijriyah Kementerian Agama Republik Indonesia, 1 Rabiul Awal 1447 H jatuh pada hari Senin 25 Agustus 2025. Itu berarti, 12 Rabiul Awal yang diperingati sebagai Maulid Nabi bertepatan dengan hari Jum’at, 5 September 2025.
Karena dalam penanggalan Islam pergantian hari dimulai setelah Maghrib, maka malam 1 Rabiul Awal sebenarnya dimulai sejak Minggu petang, 24 Agustus 2025. Dengan demikian, malam Maulid Nabi akan dimulai sejak Kamis petang, 4 September 2025.
Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama dan Kementerian Agama, Rabiul Awal menjadi momentum istimewa untuk memperkuat cinta dan penghormatan kepada Rasulullah. Tradisi memperingati Maulid Nabi di berbagai daerah di Indonesia tumbuh sebagai bentuk ekspresi syukur dan rasa cinta kepada sang kekasih Allah.
“Setiap tahun umat Islam memuliakan bulan Rabiul Awal ini dengan penuh rasa syukur dan cinta. Bukan sekedar mengenang, tetapi menghidupkan kembali cahaya kenabian dalam kehidupan sehari-hari.
(D-Hunter)






