April 18, 2026

Wasekjen PBNU KH. Amir Hamzah Buka PD PKPNU Kesatu MWC Pondok Aren, di Ponpes Al Ikhwaniyah

Screenshot_20241206-235921
Spread the love

MAHARDIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Program Pendidikan Dasar Pimpinan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama ( PD PKPNU ) pertama yang dilakukan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ( MWC NU ) resmi dibuka oleh Wakil Sekjen PBNU KH. Amir Hamzah.

Acara yang dilaksanakan di Ponpes Al Ikhwaniyah Jurangmangu Barat Tangsel pada Jum’at (06/11) sore tersebut, di ikuti oleh ratusan peserta se-Pondok Aren dan akan berlangsung selama 3 hari, 6 – 8 Desember 2024.

Dalam sambutannya, Kyai Amir Hamzah memberikan apresiasi pada pimpinan Ponpes Al Ikhwaniyah yang berasal dari lulusan Ponpes Ali Maksum Krapyak, Jogyakarta karena jadi tuan rumah PD PKPNU.

“Wajar jika lulusan Krapyak menjadi tuan rumah terlaksananya acara PD PKPNU. Karena awal terlaksananya acara ini berawal dari Krapyak, lewat keputusan pengurus PBNU pada saat itu” ujar Kyai Amir pada pimpinan ponpes Al Ikhwaniyah KH. Syarif Muawan.

Pernyataan itu pun mendapatkan aplaus dari peserta yang hadir, dengan memberikan tepuk tangan bagi Kyai Syarif Mu’awan.

“Jika di tahun 2011 dilaksanakan di Krapyak, maka di tahun 2024 ini di ponpes Ikhwaniyah” imbuh Kyai Amir Hamzah sambil tersenyum memandang rekan alumninya Kyai Syarif Muawan.

Dia juga mengingatkan bahwa dari awal berdirinya, NU memilki 3 landasan pokok dalam kegiatannya.

Pertama, NU ini merupakan sebuah organisasi. Karena itu NU memiliki aturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh pengurusnya.

“Setiap yang masuk ke dalam kepengurusan NU maka pengurusnya harus tunduk dan patuh, melaksanakan aturan organisasi” terangnya.

“Yang kedua adalah Jam’iyah Diniyah. Apa artinya ?, Dari awal berdirinya NU menjaga kelanjutan dari ajaran Walisongo yang berlandaskan Ahlu Sunnah waljama’ah di seluruh Nusantara” terangnya.

“NU memiliki motivasi keagamaan pada masyarakat dan bukan yang lain sesuai dengan ajaran Walisongo. Bagaimana menjadikan Islam sebagai rahmatan Lil’alamin,” tegasnya.

Dalam usahanya itu para pendiri NU terlibat aktif dalam perang kemerdekaan di Nusantara, karena menurut para muasis NU, tak mungkin menjadikan Islam sebagai rahmatan Lil’alamin jika masih dalam keadaan terjajah.

“Para kyai muasis pendiri NU sudah terlibat perang kemerdekaan jauh sebelum TNI itu sendiri terbentuk. Oleh karena itu dalam konteks berbangsa dan bernegara maka inilah yang dilaksanakan oleh NU,” tandasnya.

“Kebenaran bahwa para Kyai pendiri NU merupakan para pejuang bangsa ini bisa dibuktikan dengan diangkatnya 13 Kyai pendiri NU sebagai pahlawan nasional” pungkasnya.

Dan untuk yang ketiga adalah Jam’iyah Ijtimaiyah, yang artinya melayani masyarakat. Setiap pengurus harus mau melayani kepentingan masyarakat dan bukan mengurusi kepentingan dirinya sendiri.

Sebelum mengakhiri sambutannya, dia mengajak semua hadirin untuk membuka acara PD PKPNU ini dengan membacakan surat Al Fatihah, secara bersama-sama tanda dibukanya acara tersebut.

Hadir dalam acara ini ketua PCNU Tangsel KH. Abdulah Mas’ud, Ketua MUI Pondok Aren KH. Udan Maulana dan segenap pengurus MWC NU Pondok Aren. (Ivan)