Tunjukan Rasa Cinta, Majelis Taklim Al Hamdalah Kampung Rawa Kebon Jeruk Gelar Maulid Nabi
MAHARDHIKAnews.com JAKARTA BARAT, — Majelis Taklim Pria Al Hamdalah gelar maulid Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wasalam, di kediaman salah satu jama’ah nya H. Rojali, Jl Gilisampeng Kp. Rawa Kebon Jeruk Jakarta Barat.
Dalam acara tersebut, sebelumnya dilaksanakan pembacaan Tahlil bagi para arwah leluhur, pembacaan Rawi Maulid Syaroful Anam dan tausiyah agama oleh KH. Abdul Rojak.
Pada awak media, pimpinan MT Al Hamdalah Ustaz M. Zein mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan swadaya dari jama’ahnya guna menunjukan rasa cinta dan bahagia atas kelahiran Baginda Nabi.
“Kita memang setiap tahun mengadakan acara ini. Semua ini terlaksana karena adanya kesadaran dari para jama’ah dalam mengenang kelahiran Baginda Nabi Muhammad” katanya.
Ayah 3 anak dari Ulama Kondang Kampung Rawa (Alm) KH. Masyuri ini memang sangat dikenal di kampungnya sebagai seorang guru agama.

Bagaimana tidak, sebagai anak sulung dari 8 bersaudara, dia mampu membimbing adik-adiknya berada dalam jalur keagamaan, seperti yang ayahandanya lakukan dahulu.
Salah satunya adalah KH. Abdul Rojak, yang dalam acara ini menyampaikan tausyiahnya tentang Fadilah menghadiri dan melaksanakan Maulid, Jum’at (11/10).
“Banyak kalam (pernyataan) para ulama yang menceritakan tentang keutamaan melaksanakan maulid dan menghadiri acara maulid” ujarnya.
Diantara para ulama yang memberikan pernyataan dan sudah di uji coba adalah Imam Junaid Ra.
“Dalam kalamnya Imam Junaid berkata, barang siapa yang membaca dan menghadiri Maulid maka sesungguhnya dia sudah berada dalam keadaan aman” terang Kyai Rojak.
Sedangkan dalam Kalam yang lain disebutkan bahwa semua yang ada dan dilakukan dalam acara maulid nabi, mengandung keberkahan yang sangat besar.
“Jadi kalo mau ngadain acara maulid atau menikmati hidangan maulid jangan takut-takut ye, karena semuanya sudah mengandung keberkahan baik yang melaksanakan atau pun yang menghadiri” kupas Kyai Rojak dengan logat Betawi yang kental.
Namun dia juga mengingatkan bahwa yang paling besar tentu saja yang mengadakan dan melaksanakannya. Karena selain memberikan ladang pahala bagi orang lain, juga memberikan rejeki.
“Ini makanan siapa yang buat ? Makanan yang tersedia dan lain sebagainya tentu semua ini ada karena ada panitia yang memintanya”.
“Dan dengan begini maka tukang makanan dan yang terkait dalam acara maulid ini selain mendapatkan rejeki juga pahala maulid” pungkasnya.
Acara diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Ustaz Zein dan dilanjutkan dengan makan bersama. (Ivan)






