April 18, 2026

Wamen BUMN Mengajak Seluruh Umat Hindu, Untuk Ambil Bagian Dalam Membentuk kepemimpinan Menuju Indonesia Emas di 2045

IMG-20250414-WA0114
Spread the love

MAHARDIKAnews.com JAKARTA,- Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aminuddin Ma’ruf menyebut nilai-nilai Dharma dari Umat Hindu bagian dari tiang fondasi dalam pembentukan kepemimpinan yang etis, berkelanjutan pada budaya spiritual bangsa yang kuat dan berdaya moral tinggi.

Wamen Aminuddin dalam Puncak Dharma Santi BUMN 2025 di Jakarta, Minggu mengatakan bahwa Menteri BUMN Erick Thohir menekankan transformasi BUMN tidak hanya menyentuh aspek sistem dan struktur, namun juga perubahan pada budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai etika, transparansi, dan nilai-nilai luhur bangsa dalam setiap pengambilan kebijakan.

“Dalam konteks kali ini nilai-nilai dari ajaran Dharma sangat relevan menjadi fondasi penting dalam kepemimpinan yang etis dan berkelanjutan dalam umat Hindu,” kata Aminuddin dalam pagelaran Puncak Dharma Santi BUMN 2025 di Sasono Utomo, TMII, Minggu (13/4/25).

Dalam rangkaian kegiatan keagamaan tersebut, Wamen BUMN mengajak seluruh umat Hindu, khususnya bagi generasi milenial untuk ambil bagian dalam membentuk arah kepemimpinan masa depan Indonesia menuju visi besar mencapai Indonesia Emas di 2045.

“Dengan bekal-bekal nilai dari Dharma, saya yakin saudara-saudara mampu berkontribusi nyata menuju visi besar Indonesia Emas 2045,” ujar Aminuddin.

beliau meyakini bahwa ajaran Dharma menjadi bekal penting yang akan memperkuat karakter dan kontribusi nyata terhadap generasi Milenial Hindu dalam pembangunan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks dan intens.

Kami percaya umat Hindu terutama para pemudanya memiliki peran yang sangat strategis untuk menjadi bagian dari kepemimpinan masa depan bangsa,” tambah beliau.

Lanjutnya, ia juga menyampaikan permohonan doa agar umat Hindu selalu mendoakan yang terbaik untuk Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberi kekuatan dan kelancaran dalam memimpin bangsa menuju masa depan yang sejahtera dan bermartabat.

Dalam rangka memperingati Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1947 yang jatuh pada tanggal 29 Maret 2025, Semeton Hindu BUMN menyelenggarakan Dharma Santi BUMN 2025.

Perhelatan Dharma Santi BUMN 2025 adalah puncak dari rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan di berbagai wilayah Indonesia.

Pada tahun 2025 ini merupakan tahun ketiga penyelenggaraan Dharma Santi BUMN yang dilakukan secara kolaborasi antar institusi BUMN.

Kegiatan itu menjadi wadah penguatan sinergi umat Hindu dalam menjalankan Sradha dan Bhakti sebagai profesional di lingkungan BUMN.

Dengan mengusung tema “Melalui Implementasi Sradha dan Bhakti serta Peningkatan Peran Generasi Muda Hindu, BUMN Melayani Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”, diharapkan kegiatan ini dapat menggerakkan generasi muda Hindu dalam mengembangkan peran strategis sebagai agen perubahan melalui inovasi, penguatan jiwa kewirausahaan dan kreativitas dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Dharma.

Ketua Panitia Dharma Santi BUMN 2025 I Putu Puja Astawa menyampaikan Dharma Santi BUMN 2025 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan di berbagai wilayah. Astawa mengatakan puncak acara Dharma Santi BUMN 2025 dihadiri lebih dari 2.700 peserta dari berbagai kalangan.

“Kegiatan ini menjadi wadah penguatan sinergi umat Hindu dalam menjalankan Sradha dan Baktinya sebagai profesional di lingkungan BUMN,” ujar Astawa.

Dengan mengusung tema “Melalui Implementasi Sradha dan Bhakti serta Peningkatan Peran Generasi Muda Hindu BUMN Melayani Negeri Menuju Indonesia Emas 2045”, Astawa berharap acara ini mampu membentuk karakter generasi muda Hindu yang berintegritas. Astawa menyampaikan generasi muda BUMN harus mampu mengembangkan peran strategisnya sebagai agen perubahan melalui inovasi, penguatan jiwa entrepreneurship dan kreativitas dengan tetap mengedepankan nilai-nilai Dharma.

“Acara puncak di TMII tercatat sebagai carbon neutral event pertama dengan meng-offset emisi karbon sekitar 120 ton CO2 equivalent melalui platform Greenomia karya Pertamina,” kata Astawa. (Guruh)