Rabu, 30 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
RR. Okki Jusuf Judanagara: Merajut Warisan Tarumanagara dan Gagasan Pembangunan Berbasis Kearifan Nusantara Nyamar Jadi Petugas Provider, Spesialis Pencuri Tower BTS Ditangkap di Tangerang Narita Hotel Tangerang Perkuat Segmen Keluarga, Luncurkan Kamar Disney dan Captain Capy Ribuan Massa BPPKB Banten Turun, Soroti Dugaan Terbitnya Izin Keramaian Polres Pandeglang Terhadap Organisasi Yang Bersengketa Hukum Polda Banten Bongkar Praktik “Kencingan” Solar Subsidi di Pulo Ampel, Dua Tersangka Diamankan Ponpes Almuqriyah Gelar Festival Qosidah dalam Perayaan HUT Banten ke 26 Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Struktur Ombudsman RI Sidak Lapas Pemuda Tangerang, Tinjau Pemenuhan Hak dan Pelayanan WBP
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Kebudayaan › Mahardhika Premium

Ritual Kerukunan dan Persatuan Bangsa di Lasem

BAGIKAN ARTIKELRitual Kerukunan dan Persatuan Bangsa di Lasemhttps://www.mahardhikanews.com/2025/04/14/ritual-kerukunan-dan-persatuan-bangsa-di-lasem/
Ritual Kerukunan dan Persatuan Bangsa di Lasem

MAHARDHIKAnews.com LASEM, —Ritual ini bertujuan untuk menyambung lagi tali persaudaraan anak bangsa dan mempererat Kerukunan-Persatuan Bangsa (14/03/25 SD 15/03/25) di Lasem, Rembang Jawa Tengah.

MAHARDHIKAnews.com LASEM, —Ritual ini bertujuan untuk menyambung lagi tali persaudaraan anak bangsa dan mempererat Kerukunan-Persatuan Bangsa (14/03/25 SD 15/03/25) di Lasem, Rembang Jawa Tengah.

Ritual tersebut dilaksanakan tepat di malam Jum’at Kliwon dan malam puncak purnama, dengan dihadiri dan disaksikan oleh putra putri terbaik bangsa dari berbagai daerah seperti Lasem, Rembang, Kediri Semarang, Sumatra, Papua dan banyak lagi.

Pelaksanaan ritual tersebut dipimpin oleh Mas Danang Swastika, Mbah jambul, Kang suwung, dan Suhu Tjoeng, yang dilaksanakan di Punden Tapaan Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra Lasem Rembang Jawa Tengah.

Bangkitnya kesadaran bangsa ini serta lebih maju dan jaya, serta terjadinya kerukunan dan persatuan Bangsa.

Prosesi ritual ini disimbolkan dengan disatukannya tanah dan air dari berbagai penjuru Nusantara dan di tanam/dipendam di tanah Lasem.

Ritual ini berlangsung khidmat dan berlinang air mata dikarenakan terlarut oleh semangat dan kerukunan persatuan bangsa.

Acara berlangsung pukul 24.00 – 03.00 Wib tepat puncak purnama. Setelah ritual ini dilaksanakan putra putri bangsa menggelar makan bersama /bancakan.

Kemudian peserta yang hadir bersatu kembali menyerukan dan mendeklarasikan bahwa Eyang Semar atau Sabdo Palon adalah Putro Wayah Lasem yaitu Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra.

Lasem,Pusaka-Pancer dan Pemersatu. Jowo Jawi Jawoto, Jayalah bangsaku, Tanah Nuswantoro tanah suci dan sakti, Hwuning Me Whuningi Manuswa BadraSanti. (Suryani)