Juli 25, 2026

Pelaksana CV Permata, Diduga Lakukan Pekerjaan Tidak Sesuai Spek Di Papan Proyek

IMG-20250706-WA0056
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG,- Pekerjaan pembangunan turap jalan Dusun Kosambi RT.026 Desa Duren Kec.Klari Kab.Karawang, di duga pelaksana (kontraktor) telah melakukan kecurangan dalam melaksanakan pemasangan batu belah yang tidak sesuai spek di papan proyek, sehingga dari hasil pekerjaan tersebut berdampak akan adanya kerugian pada keuangan negara.

Pasalnya, dari keterangan yang tertulis di papan pengumuman proyek, tertera nilai anggaran sebesar Rp 189.556.000,- (seratus delapan puluh sembilan juta lima ratus lima puluh enam ribu rupiah) dengan anggaran yang berasal dari APBD Kab.Karawang Tahun 2025, dengan volume pekerjaan, panjang 105 meter dan tinggi 210 cm, waktu pelaksanaan 60 hari kalender, sebagai pelaksana pekerjaan CV Permata.

Berdasarkan pantauan awak media, dilokasi pekerjaan terdapat kejanggalan yang dilakukan oleh pelaksana dilapangan, bahwa tidak dilakukan penggalian untuk pondasi atau dudukan untuk pemasangan batu belah, faktanya batu belah hanya disusun pada tanah yang berlumpur dan kemudian batu belah dipasangkan. “Dan yang lebih parahnya lagi, ketinggian pemasangan batu yang seharusnya 210 cm, ini cuma 127 cm, jelas tidak sesuai spek (kurang 83 cm).

Salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan, bahwa ia sangat kecewa melihat hasil pekerjaan tersebut. “Ini sudah keterlaluan dalam mencari keuntungan, sungguh miris hal seperti ini dilakukan,” ungkapnya pada awak media Sabtu (5/7/2025).

Lebih lanjut, dikatakan bahwa hasil pekerjaan tersebut berdampak pada kualitas, yang seharusnya kuat puluhan tahun, dengan fakta dilapangan seperti ini, jelas kualitas takkan bertahan lama, mungkin dalam satu atau dua tahun juga sudah ambruk,” pungkasnya.

Para pekerja nampaknya memilih bungkam, dan terkesan melindungi pemborongnya, karena saat dikonfirmasi tidak mau berterus terang kepada awak media, terkait siapa pemborongnya dan siapa pengawasnya, pekerja cuma menjawab tidak tahu.

Sampai berita ini diterbitkan, baik pemborong atau pihak pengawas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kab.Karawang sulit untuk dihubungi, kami akan terus menindaklanjuti adanya dugaan kecurangan ini, hingga ada konfirmasi langsung dari pihak terkait. (D-Hunter)