Maret 15, 2026

Sistem SPMB 2025 Sekolah Negeri Dan Swasta, Jadi Sorotan Anggota Komisi IV DPRD Kab. Karawang

IMG-20250706-WA0001
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG,- Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang dari Fraksi Nasdem, Neneng Siti Fatimah, SE menyoroti, bahwa masih kuatnya dominasi sekolah negeri dalam sistem Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026.

Menurutnya, fenomena ini membuat sekolah swasta kesulitan mendapatkan peserta didik baru. Dibanyak wilayah, daya tampung sekolah negeri baik SD maupun SLTP sangat terbatas. Rombongan belajar hanya sekitar 40 siswa-siswi per kelas, akibatnya akan terjadi semacam kompetensi wilayah antara calon siswa-siswi,” ujar Neneng Jumat (4/7/2025).

Neneng, yang mewakili Dapil II (Cilebar, Jayakarta, Kutawaluya, Rawamerta, dan Rengasdengklok) menyampaikan bahwa ketimpangan ini memperparah tantangan sekolah swasta. Masyarakat masih cenderung fokus menyekolahkan anaknya ke negeri, meski pilihan swasta juga tersedia.

“Minat masyarakat masih negeri minded. Ini membuat sekolah swasta menjadi kurang dilirik, padahal kualitasnya tidak kalah sama negeri. Ke depan, Disdikpora Karawang perlu membuat regulasi yang lebih seimbang dan setara agar sekolah swasta juga mendapat kepercayaan yang sama,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar sistem SPMB dibersihkan dari praktik curang seperti, jual beli kursi dan penitipan siswa-siswi titipan, yang dapat merusak keadilan dalam proses seleksi.

“Pengawas harus lebih diperketat. Jangan sampai ada praktik-praktik kotor di balik pendaptaran. Kita di DPRD mendorong agar terciptanya sistem yang bersih dan adil untuk semua calon siswa-siswi yang hendak melanjutkan sekolah,” ujarnya.

Neneng menambahkan, bahwa secara akumulatif, jumlah siswa-siswi yang terbesar diberbagai daerah memang cukup banyak. Namun saat tidak terakomodir di sekolah negeri, masyarakat seharusnya tidak menganggap sekolah swasta sebagai pilihan terakhir.

“Psikologis masyarakat seperti ini yang perlu dibangun. Negeri dan Swasta itu sama-sama penting dan sama-sama berkualitas. Jadi sama sekali tidak boleh ada pembedaan diantara keduanya,” pungkasnya. (D-Hunter)