April 18, 2026

Program Sanlat dan Mabit di Masjid Al Muiz Kavling Kinayungan 105 Selalu Dibanjiri Peserta

1743602147331
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com PONDOK AREN, Bulan Romadhon memang bulan yang penuh dengan keberkahan bagi siapa saja. Begitu pun kiranya dengan program Pesantren Kilat ( SANLAT ) dan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) di Masjid Al Muiz, Kavling Kinayungan 105 Pondok Kacang Barat Pondok Aren Tangsel.

Program yang selalu diadakan setiap tahunnya untuk anak – anak dan remaja ini memang tak pernah sepi peminat. Tak kurang dari seratus orang setiap tahunnya mengikut acara ini.

Mereka terdiri dari mulai anak TK, kelas 1 – 3 dan 4 – 6 tingkat SD. Sedangkan untuk Mabit yang dilaksanakan pada malam hari diberikan bagi anak kelas 7 SMP hingga 11 SLTA.

Ketua Panitia Pelaksana Sanlat kali ini, Fathimatuz Zahra Irfansyah Putri mengatakan, bahwa peserta Sanlat tahun ini masih sama dengan tahun lalu.

“Masih sama ya, sekitar 90 – 100 anak yang ikut, dengan dibagi beberapa kelas,” terangnya, Sabtu (29/03).

Para pengajar yang terdiri dari para remaja Kavling Kinayungan 105 atau disebut IRKAV ini, memang sudah beberapa tahun ini, menjadi relawan yang mengurus masalah Sanlat.

Beberapa diantara mereka merupakan remaja masjid Al Muiz, yang sudah terbiasa dengan pendidikan dan pengajaran untuk anak – anak.

“Ga ada masalah, kita sudah terbiasa setiap tahunnya dan rekan-rekan juga sangat membantu kita semua.,” imbuh. Zahra sat ditanya kendala mengurusi Sanlat.

Diakhir acara Sanlat, Panitia memberikan kado sebagai hadiah bagi para juara yang memang dalam perlombaan. Beberapa perlombaan yang dipertandingkan adalah, lomba adzan, hapalan do’a qunut, hapalan surat pendek dan hadist pendek bagi anak-anak.

Dilokasi yang sama, Ketua Divisi Ubudiyah Ustadz Irfan Abatasa menyampaikan bahwa program Sanlat dan Mabit tak hanya untuk anak-anak tapi juga untuk remaja.

“Kita memberikan praktek memimpin bagi para remaja kita dengan program Sanlat ini sebenarnya,” ujar Irfan.

Kegiatan mengajar anak-anak ini sebenarnya melatih kesabaran para remaja dan empati, kepedulian dan kasih sayang pada sesama, khusus nya pada yang lebih lemah keadaanya,” imbuhnya.

Ustadz Irfan berharap, setiap kali usai Mabit dan Sanlat berakhir, remaja Kavling Kinayungan 105 ini mendapatkan pengalaman baru dan tambahan ilmu untuknya.

“Semoga dengan leadership yang mereka lakukan tanpa mereka sadari ini, akan membentuk karakter baik dan berkualitas dalam diri dan jiwa mereka, sehingga menjadikan mereka pribadi berkualitas unggul,” pungkasnya. (Ivan)