Tembang Sinom Eyang Raden Panji Margono Simbol Penyemangat Seluruh Elemen Lasem Melawan Penjajah Belanda
MAHARDHIKAnews.com JAKARTA, — Tembang Sinom ciptaan eyang Raden Panji Margono,adalah satu tembang yang diciptakan saat beliau sakit ketika era perang melawan penjajah Belanda. Beliau adalah putra (tokoh) Lasem.
Tembang tersebut menjadi sebuah simbol penyemangat -penguat-pemersatu seluruh element masyarakat ( Lasem, Rembang, Blora) disaat terjadi perang melawan penjajah.
Seluruh Warga Jawa, Cina, Campa, dan santri-santri Islampun semua bersatu melawan penjajah Belanda.
Tembang tersebut juga bisa dijadikan pengeling/penyadar agar selalu menjalankan ajaran eyang empu guru pangeran Santi Badra.Serta ajaran-ajaran luhur – leluhur lasem lainnya.

Beliau berharap agar tembang ini selalu dinyanyikan dan dikumandangkan serta di lestarikan oleh generasi penerus di kedepannya.
Begitupula Harapan Suhu Tjoeng (Ki Panunggal Rasa), agar kita semua turut menguri-uri dan melestarikannya saat menceritakan kisah ini pada awak media Mahardikanews.com.
“Terima kasih kepada semua leluhur-leluhur Lasem, Rembang. mbah Guru dan mbah Karsit selaku tokoh Lasem” ucap Suhu Tjoeng.
“Mas Danang swastika, seniman, pelestari sejarah dan budaya Lasem. Juga mas Salamun, desa sendang asri (sentra seni budaya)
Tokoh Dalang wayang Alang ( suket )”.
Syamsul Huda, Koh Lam, Om Yon Suprayoga, dan tokoh-tokoh Lasem-Rembang lainnya. Semoga sehat dan sukses selalu. Semua mahkluk hidup berbahagia, Santi Santi Santi, Rahayu Rahayu Rahayu
Slamet Slamet Slamet” pungkasnya. (Mustopa)






