Kamis, 08 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
9 Hakim Konstitusi Dilaporkan Ke MKMK, Eksaminator Hukum Tata Negara : Independensi Kekuasaan Kehakiman di Uji Dukung Proyek Strategis Nasional, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Serahkan 18 Sertipikat BMN Jalan Tol Senilai Rp729 Miliar Cegah Pelajar Ikut Aksi Massa, Polres Metro Tangerang Kota Perkuat Program Bapak Asuh Sambangi PWI, Responsif Tidak Reaktif jadi Mekanisme Konfirmasi Media di Tirta Benteng Usai Putusan MK Soal Syarat Pendidikan Wapres, Ketum FBB: Percayakan Kepemimpinan Prabowo-Gibran Hingga 2029 Resmi Kantongi Nomor Urut 02, Hadi Rohhadi ST Siap Bertarung di Pilkades PAW Tanjungsari Cikarang Utara Layanan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari, Kantah Kota Tangerang Perkuat Kolaborasi dengan Bapenda dan PPAT Bungkam Saat Dikonfirmasi Soal Proyek Tanggul CV Nurhaya Sukses Makmur, Komitmen Transparansi Kabid SDA PUPR Kota Tangerang Dipertanyakan
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Artikel › Mahardhika Premium

Tokoh Agama di Punden Tapaan Lasem, Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra, Ayah Kanjeng Sunan Kalijaga ?

BAGIKAN ARTIKELTokoh Agama di Punden Tapaan Lasem, Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra, Ayah Kanjeng Sunan Kalijaga ?https://www.mahardhikanews.com/2024/11/13/tokoh-agama-di-punden-tapaan-lasem-eyang-mpu-guru-pangeran-santi-badra-ayah-kanjeng-sunan-kalijaga/
Tokoh Agama di Punden Tapaan Lasem, Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra, Ayah Kanjeng Sunan Kalijaga ?

MAHARDHIKAnews.com JAKARTA, — Sejarah merupakan sebuah peninggalan yang sangat berharga bagi negeri ini, karena dengan sejarah kita bisa mengenal dan mengetahui masa lalu kita, apa lagi dengan para tokoh.

MAHARDHIKAnews.com JAKARTA, — Sejarah merupakan sebuah peninggalan yang sangat berharga bagi negeri ini, karena dengan sejarah kita bisa mengenal dan mengetahui masa lalu kita, apa lagi dengan para tokoh.

Seperti halnya sejarah tokoh yang berada dan diperabukan di Punden Tapaan Lasem, dimana menurut keterangan, ada Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra yang merupakan ayah Kanjeng Sunan Kalijaga, yang disebut Pusaka-Pancer-Pemersatu Hwuning Me Whuningi.

Kubur Punden. Leluhur Kanung Argasoka yang tertua bernama Kie Seng dhang relik. Wafat 200 SM. Tokoh kedua bernama Eyang Hang Sam Badra, abu layon. wafat 425 Masehi.Yang ketiga Eyang Dewi Sie ba ha, Abu Layon, wafat 445 Masehi. Sedangkan yang ke empat Eyang Rangga Widyabadra Abu Layon, wafat 920 Masehi.

Untuk yang ke lima Eyang Mpu Guru Pangeran Santibadra abu layon. Wafat tahun 1527 Masehi di usia 95 tahun. Manuswa Badra-Santi Kota Lasem Rembang Jawa Tengah.

Harapan saya terutama PUDEN TAPAAN Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra bisa lebih dikenal oleh masyarakat Nasional dan dunia,juga turut menjaga serta merawat dan melestarikan nya.Eyang Mpu Guru Pangeran Santi Badra adalah seorang pemuka ajaran Buddha/Buddhi/Budi yang masih mempertahankan esensi Ke-Jawa-An-Nya/Kenusantaraannya .Beliau adalah Ayah biologis dari Kanjeng Sunan Kalijaga.
Sebuah ajaran luhur para leluhur Nusantara yaitu ajaran hwuning, Buddhi/Budi kanung, Badra-Santi, dan kejawen yang patut di uri-uri, lestarikan dan dijalankan” ujar suhu Tjoeng atau Ki Panunggal Rasa saat di wawancarai di Yayasan beliau, Yayasan Boemi Saudara Sabangsa.

Puden Tapaan Eyang Pangeran Mpu Santi Badra berada di Dusun ngasinan, desa Waru gunung Pancur, kecamatan Lasem Kabupaten rembang jawa tengah.

Harapan kedepan Suhu Tjoeng(Ki Panunggal Rasa) inilah sejarah Nusantara yang sebenarnya dan jangan sampai ada oknum yang mengubah, membodohi, dan memecah belah masyarakat dengan narasi-narasi yang tidak baik dan tidak benar.

“Ingatlah selalu pesanku, Jowo-Jawi-Jawoto. Semua Mahkluk Hidup Berbahagia. Santi Santi Santi, Rahayu Rahayu Rahayu.Slamet Slamet Slamet,” tambah Suhu Tjoeng (Ki Panunggal Rasa). (Mustopa)