Juni 1, 2026

7 Bulan Menghapal Sholawat Nariyah, Imron alias Roy Kini Menuai Hasilnya

1730353537518
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Cerita tentang hijrahnya seseorang kembali ke jalan yang lurus dalam usaha mendapatkan ridho Illahi memang tak pernah membosankan dan bahkan menimbulkan rasa kagum yang luar biasa, bagi orang yang mendengar dan menyaksikan nya.

Demikianlah yang terjadi pada kisah Imron alias Roy ketua majelis Pecinta Sholawat Nariyah (Pesona), kala bercerita bagaimana usahanya untuk menghapal Sholawat Nariyah, di sambutan acara Maulid Nabi Majelis Pesona, Senin (28/10).

Dirinya yang selama ini hidup jauh dari nilai-nilai agama dan hanya bergelimang kenikmatan dunia, memang mulai memasuki kehidupan religius kala ikut masuk jadi jama’ah majelis Pesona.

“Dulu saya tak pernah ikut namanya pengajian, apa lagi menghapal sebuah surat dalam Al Qur’an atau pun sholawat. Tapi disini saya bisa berusaha keras untuk bisa menghapalnya” kisah Imron yang biasa dipanggil bang Roy dalam keseharian nya.

Dia mengaku untuk bisa hapal yang namanya Sholawat Nariyah, dirinya membutuhkan waktu hingga 7 bulan. Dan sekarang sebagai ketua Majelis Pesona, dia merasakan hasilnya.

“Alhamdulillah saya sekarang merasa lebih tenang dan bahagia. Rekan-rekan juga banyak yang sudah ikut bersama dengan kita datang ke majelis” imbuhnya.

Meski awalnya hanya beberapa orang, Majelis Pesona yang digagas dan di inisiasi oleh Kyai Wiro Al Batawi atau Kyai Firmansyah tersebut kini sudah memiliki jama’ah sebanyak 250 orang.

“Kalo dari anggota grup WhatsApp/WA saat ini memang sudah ada 250 orang. Tapi yang aktif sebanyak 40 orang setiap malam Selasa nya” ungkap Roy.

Majelis Pesona memang memiliki jadwal taklim tiap malam Selasa dan Jum’at. Dimana saat malam Selasa pembacaan sholawat Nariyah sedangkan malam Jum’at pembacaan surat Yasin Fadilah.

Mengenai jadwal taklim ini, Roy dalam sambutannya juga mengajak kaum ibu dan wanita untuk ikut bersama-sama menghadiri majelis taklim ini.

“Sebelumnya kit memang tidak ada jama’ah wanita. Ini kita sengaja karena jama’ah kita banyak anak atau orang jalanan yang selama ini jauh dari nilai-nilai agama. Tapi sekarang sudah ‘Jinak’. Jadi sudah bisa kita ajak kaum ibunya” ucap Roy sambil berseloroh.

Jama’ah Majelis Pesona memang berbeda dengan majelis taklim lainnya. Kebanyakan dari mereka adalah orang jalan yang terdiri dari orang-orang lapangan, anggota ormas dan sejenisnya.

Mengenai hal ini pengasuh dan pembina sekaligus pemilik Ponpes Kun Fayakun dimana Majelis Pesona bernaung Kyai Wiro mengatakan, semua sudah ada bangunannya masing-masing dalam berdakwah.

“Saya kebagian yang seperti ini, ya itulah seni dalam syiar dan dakwah, karena semua orang berhak mendapatkan informasi ilmu agama dan melaksanakan kewajiban agamanya” terang Kyai Wiro.

Atas keberhasilannya membina majelis Pesona di wilayah Perigi Lama, tak urung menuai pujian Adan apresiasi yang tinggi dari warga dan juga pejabat setempat seperti yang disampaikan oleh oleh Lurah Perigi Lama mewakili Camat Pondok Aren H. hendra.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Karena jika para bapak dan ibu yang ada di majelis taklim maka itu biasa. Tapi jika para abang-abang kita yang biasa dijalanan itu baru luar biasa” katanya dengan rasa kagum. (Ivan)