Rabu, 30 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
SDN Harja Mekar 01 Cikarang Utara Gelar Maulid Nabi, PLT Kepsek Susi S.Pd Hadirkan Dakwah Boneka KA Hae n Steven RR. Okki Jusuf Judanagara: Merajut Warisan Tarumanagara dan Gagasan Pembangunan Berbasis Kearifan Nusantara Nyamar Jadi Petugas Provider, Spesialis Pencuri Tower BTS Ditangkap di Tangerang Narita Hotel Tangerang Perkuat Segmen Keluarga, Luncurkan Kamar Disney dan Captain Capy Ribuan Massa BPPKB Banten Turun, Soroti Dugaan Terbitnya Izin Keramaian Polres Pandeglang Terhadap Organisasi Yang Bersengketa Hukum Polda Banten Bongkar Praktik “Kencingan” Solar Subsidi di Pulo Ampel, Dua Tersangka Diamankan Ponpes Almuqriyah Gelar Festival Qosidah dalam Perayaan HUT Banten ke 26 Ketua PCNU Tangsel: Lembaga Harus Jadi Mesin Khidmah, Bukan Sekadar Struktur
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Kebudayaan › Mahardhika Premium

Ceramah Segar Penuh Hikmah Macan NU, Prof. DR. KH. Manarul Hidayat di Maulid Nabi SAW Majelis Pesona

BAGIKAN ARTIKELCeramah Segar Penuh Hikmah Macan NU, Prof. DR. KH. Manarul Hidayat di Maulid Nabi SAW Majelis Pesonahttps://www.mahardhikanews.com/2024/10/31/ceramah-segar-penuh-hikmah-macan-nu-prof-dr-kh-manarul-hidayat-di-maulid-nabi-saw-majelis-pesona/
Ceramah Segar Penuh Hikmah Macan NU, Prof. DR. KH. Manarul Hidayat di Maulid Nabi SAW Majelis Pesona

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Gelar Maulid Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wasalam 1446 H/2024 M, Majelis Pecinta Sholawat Nariyah (PESONA) pimpinan Kyai Wiro Al Batawi atau Firmansyah hadirkan ‘Macan Nahdlatul ulama’ (NU) Prof. DR. KH. Manarul Hidayat.

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Gelar Maulid Nabi Muhammad Salallahu’alaihi wasalam 1446 H/2024 M, Majelis Pecinta Sholawat Nariyah (PESONA) pimpinan Kyai Wiro Al Batawi atau Firmansyah hadirkan ‘Macan Nahdlatul ulama’ (NU) Prof. DR. KH. Manarul Hidayat.

Meski masih seumur jagung, Majelis Pesona yang digagas dan di inisiasi oleh putera Betawi asal Perigi Lama Pondok Aren ini ternyata mendapatkan respon yang sangat positif dari lingkungan sekitar, tak terkecuali ‘sesepuh NU Kyai Manarul Hidayat.

Dalam pesannya pada para penggerak dan warga NU, Kyai Manarul berharap agar mereka bisa melaksanakan tugas harus memiliki tiga (3) hal dalam pergerakannya.

“Terjun ke lapangan dalam berdakwah, kita harus punya 3 prisip. Pertama, Nekat, Kedua Gertak dan Ketiganya Berilmu” terang Kyai Manarul.

Pria yang merupakan sahabat dekat pendiri Partai PKB dan Ketua Nahdlatul Ulama KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tersebut, banyak bercerita tentang bagaimana lika likunya saat kehidupannya saat bersama dengan Gus Dur berjuang untuk NU.

“Gus Dur aja yang merupakan cucu dari pejuang NU Hadratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari itu nekat. Kalo ga nekat NU ga bisa bertahan dengan tekanan Orde Baru kala itu” kisahnya.

Selain dari pada Nekat, Dia juga meminta agar para penggerak atau pun Kyai NU jangan kalah Gertak dengan pihak luar.

“Kita ini besar, jangan sampai kita kalah dengan orang diluar NU yang berusaha menghancurkan negara ini. Karena jika tidak maka Negara ini akan hancur, karena kekuatan NKRI ada pada NU” jelasnya.

Dan yang terakhir, Kyai Manarul juga meminta agar para kyai, maupun para penggerak dakwah agar terus mengasah dan menimba ilmunya masing-masing.

“Di NU itu para ulama banyak bagiannya. Ada Kyai Tandur, Kyai Tutur, Kyai Catur, Kyai Sembur dan Kyai Wuwur” ulasnya.

Mereka berperan sesuai dengan bagiannya masing-masing dalam peta dakwah dan syiar Islam di Indonesia karena itu jangan heran jika ada para Kyai yang berada di jalur politik karena mereka memang bagian Kyai Catur.

Dalam hal ini Kyai Manarul menegaskan bahwa Islam memang harus berpolitik agar kepentingan umat Islam bisa diperjuangkan oleh negara.

Selain dari pada itu, Kyai Manarul juga menyampaikan pentingnya pendidikan pesantren bagi para generasi penerus bangsa.

Adanya UU Pesantren, dia berharap bisa dapat dinikmati oleh kalangan penggerak agama Islam khususnya warga NU yang aktif dalam syiar dan dakwah.

“Negara selama ini tak pernah memperhatikan para guru, Kyai dan ustaz. Alhamdulillah dengan adanya UU Pesantren ini mereka bisa dapat bantuan untuk menunjang kehidupan nya sehari-hari” tandasnya. (Ivan)