Juni 1, 2026

KH. Faiz Syukron Ma’mun: Jangan Jadi Anjing Dalam Menjalani Kehidupan

IMG_20240625_223213_650
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, – Hadir sebagai penceramah utama, KH. Faiz Syukron Ma’mun ingatkan para hadirin di acara Haul ke 21 KH. Moch. Amin Syarbini dan Ummi Hj. Musiah agar hati-hati dalam menentukan jalan hidup di dunia ini.

Dengan mengambil analogi kehidupan hewan Anjing dan Kambing, Kyai Faiz mengulas masalah ini dengan jelas dan gamblang bagi para jama’ah yang mengikuti ceramahnya.

“Secara Biologis, Anjing memiliki lebih banyak anak setiap kali melahirkan, sedangkan kambing lebih sedikit. Tapi di dunia ini lebih banyak mana antara Anjing dan Kambing ?” tanya Kyai Faiz pada hadirin.

Hadirin pun menjawab, lebih banyak Anjing. Karena setiap kali beranak atau melahirkan, Anjing bisa sampai dengan 6 ekor anak sedangkan kambing hanya satu atau dua ekor saja.

Kyai Faiz juga menanyakan, lebih banyak mana yang mati setiap harinya antara Anjing dan Kambing.

Hadirin yang mengerti hal ini menjawab bahwa, Kambing lebih banyak mati dari pada Anjing. Karena Kambing jadi bahan konsumsi umat muslim dalam berbagai acara dan kesehariannya.

Kyai Faiz menukil kisah kehidupan Anjing dan Kambing ini berdasarkan kisah salah satu Sufi besar Ibrahim bin Adham, saat diminta mendo’akan salah seorang muridnya yang meminta urusan keberhasilan dunia.

Menurutnya, ada 3 perkara yang membuat seseorang itu dimuliakan oleh orang lain. Satu, Nasab atau keturunannya, dua ilmu atau kecerdasannya dan ketiga karena tampan atau cantiknya.

“Dari ketiga hal ini maka Anjing memilikinya. Anjing memiliki nasab mulia karena leluhurnya sudah ada di sorga. Dia adalah anjing yang bersama dengan 3 pemuda dalam kisah Ashabul Kahfi” terang Kyai Faiz.

Lanjutnya, Dalam hal kecerdasan, maka Anjing salah satu binatang yang sangat cerdas. Kita lihat bahwa selain untuk berburu, Anjing juga diperbantukan polisi untuk menangkap penjahat dan membantu mendeteksi lokasi kejadian perkara dengan penciumannya.

Dan dalam hal penampilan fisik, maka Anjing lebih bagus dari pada Kambing. Karena itu tak heran banyak orang suka dengan penampilan fisiknya yang gagah, dan ada juga yang lucu sesuai jenisnya.

“Diantara ketiga hal tersebut Kambing tak memiliki itu semua. Kambing tak memiliki Nasab yang bagus, Kecerdasan dan penampilan fisik yang baik. Tapi mengapa lebih berkah dari pada Anjing ?” tanya Kyai Faiz lagi.

Setelah terdiam sejenak, Kyai Faiz menjelaskan bahwa meski pun sederhana dalam segala hal, tapi Kambing selalu terjaga saat di sepertiga malam, dimana saat itu Rahmat dan Keberkahan Allah begitu dekat.

“Kambing bisa dipastikan setelah sore dia akan pulang dan tertidur, tapi saat malam dia terjaga. Sedangkan Anjing kebalikannya, dia selalu terjaga saat malam tapi tertidur di sepertiga malamnya” papar Kyai Faiz.

Hikmah dari pada kisah kehidupan Anjing dan Kambing ini, Kyai Faiz menegaskan bahwa jangan pernah membanggakan nasab, kecerdasan dan penampilan kita.

“Berhati-hatilah dalam menentukan dan menempuh jalan hidup. Karena jika kita salah, maka Nasab yang baik, Kecerdasan dan penampilan kita itu, bisa musnah seketika karena tak ada keberkahan didalamnya, seperti kisah Anjing dan domba tadi” tutupnya. (Ivan)