Keluarga Besar Yayasan Amin Syarbini, Ponpes Jam’iyah Islamiyyah dan Jama’ah Majelis Taklim Gelar Halal Bi Halal
MAHARDHIKAnews.com TANGSEL, — Keluarga besar Yayasan Amin Syarbini gelar Halal Bi Halal bersama dengan Pesantren Jamiyah Islamiyah dan Jama’ah Majelis Taklim di Aula PP Jam’iyah Islamiyyah, Jurangmangu pada Selasa malam (16/04).
Dalam sambutan dan ceramahnya, KH. Husnul Aqib yang akrab dengan panggilan kyai Nunu selaku anak dan juga pimpinan Pp Jamiyah Islamiyah mengatakan, acara Halbil ini adalah tradisi yang ada di keluarganya semenjak ayahnya masih hidup.
“Halbil adalah tradisi di dalam keluarga saya dan juga di masyarakat kita, yang bersandarkan pada Al Qur’an dan hadist” terangnya.
Diantara sekian banyak peribadatan kita, tak cukup hanya beribadah secara vertikal atau hanya dengan Allah saja tapi juga secara horizontal yaitu dengan manusia.

“Ada Hablum minallah dan ada juga Hablum minannas. Ada hubungan kita dengan Allah dan ada juga dengan manusia. Masalahnya, jika kita berdosa dengan Allah kita bisa langsung minta ampun tapi jika dengan manusia, maka hanya manusia itu yang bisa mema’afkan” ungkap Kyai Nunu.
Lanjutnya, Karena itu, setelah sebulan penuh kita disibukan dengan beribadah kepada Allah maka di akhir Romadhon, Allah ingatkan kita akan pentingnya menjaga hubungan dengan sesama.
“Itulah kenapa kita diperintahkan berzakat, karena jangan sampai ada di saat orang sedang merayakan kemenangan di hari yang Fitri (hari raya Idhul Fitri) ada saudara kita yang sedih karena tak punya apa-apa” jelasnya.
Di tempat yang sama Kyai Samsul Ma’arif selaku anak tertua dari (Alm) KH. Amin Syarbini mengisahkan kembali, bagaimana perjuangan ayahnya dalam menjalani kehidupan sebagai seorang pengajar hingga punya pesantren.

“Beliau orang yang gigih dan ikhlas dalam kehidupannya. Dia mengajar tak hanya memikirkan materi tapi karena cintanya pada ilmu dan agama” ujar Kyai Ma’arif.
Dia juga tak peduli ada banyak atau sedikit muridnya, karena baginya selama orang itu mau belajar maka dirinya harus memberikan pelajaran.
“Dulu dia motornya Vespa tua jenis Spin. Kadang motornya mogok kalo dia lagi mau ngajar atau pulang ngajar. Padahal muridnya hanya dua orang” imbuhnya.
Karena itu Kyai Ma’arif mengingatkan bahwa wajar jika anak keturunan (Alm) H. Amin Syarbini sukses dan bisa meneruskan perjuangan ayahnya dalam dunia pendidikan.
“Beliau bisa sukses karena selalu ikhlas dalam mengajar dan muridnya juga ikhlas menerima. Karena itu banyak muridnya yang juga sukses” tutup Kyai Ma’aruf sambil menunjuk beberapa murid (Alm) KH. Amin Syarbini yang kebetulan hadir dan dikenalnya.
Acara diakhiri dengan jabat tangan dan saling mema’afkan yang dilanjutkan dengan ramah tamah.
Acara yang dihadiri oleh ratusan jama’ah khusus laki-laki ini berjalan lancar, aman dan penuh nuansa kekeluargaan yang akrab. (ivan)






