Juli 9, 2026

BMKG Prediksi akan Kemarau Panjang, Bupati Karawang Aep Syaefuloh Siagakan Tangki Air dan Pipanisasi

IMG-20260709-WA0142
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com
KAB. KARAWANG, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mulai mengantisipasi dampak musim kemarau dengan menyiapkan distribusi air bersih bagi wilayah yang mulai terdampak kekeringan.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh mengatakan, saat ini terdapat dua kecamatan yang mulai mengalami kekeringan.

Sebagai langkah cepat, Aep telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Perumdam Tirta Tarum untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

“Yang pertama, tentunya kami sudah menyiapkan tangki-tangki air. Nanti distribusinya oleh PDAM. Kami sudah memantau, insyaallah tidak akan terjadi kesusahan yang berarti di wilayah Karawang,” ujar Aep.

Langkah tersebut dilakukan menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang, dengan puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada September hingga Oktober.

Pemkab Karawang memastikan BPBD dan Perumdam Tirta Tarum akan terus bersiaga untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat apabila wilayah terdampak bertambah.

Tak hanya menyiapkan penanganan darurat, Pemkab Karawang juga mulai merealisasikan solusi jangka panjang melalui pembangunan jaringan pipanisasi ke wilayah selatan Karawang pada tahun ini. Program tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bantuan air bersih saat musim kemarau.

“Kekeringan ini memang kita realisasikan untuk penyambungan pipanisasinya tahun sekarang. Jadi insyaallah pipanisasi, termasuk juga mungkin kami akan kolaborasi dengan Pak Dandim karena dari Pak Kasad ada program borisasi atau pengeboran air tanah. Nanti mungkin kita bisa support,” katanya.

Selain penanganan krisis air, Aep mengungkapkan adanya dukungan dari TNI Angkatan Darat untuk pembangunan infrastruktur di Karawang. Ia mengatakan Mabes TNI AD melalui Pangdam membuka peluang pembangunan jembatan di sejumlah titik yang membutuhkan.

“Saya mendapat instruksi dari Pangdam untuk mendata lokasi jembatan yang dibutuhkan. Kalau ada jembatan dengan lebar sekitar 1,6 meter dan panjang 60 sampai 70 meter, nanti akan dibangun oleh Mabes Angkatan Darat. Silakan kita ajukan,” pungkasnya.

(D-Hunter)