Mei 24, 2026

Malam Pergantian Tahun 2026, Keluarga Besar Gaya Murni Pakisjaya Pilih Rayakan Dengan Sederhana

IMG-20260101-WA0007(1)
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KAB.KARAWANG, — Pergantian Malam Tahun Baru 2026 dimaknai secara sederhana oleh Keluarga besar Padepokan Pencak Silat Gaya Murni Pakisjaya, Ikshan. Tanpa kemeriahan kembang api maupun petasan, perayaan malam tahun baru tersebut justru di isi dengan kebersamaan bersama keluarga besar padepokan.

Perayaan berlangsung mulai pukul 20.00 wib pada Rabu malam, 31 Desember 2025, bertempat di Dusun Kedawung RT 001/001 Desa Tanjungbungin, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang. Suasana kekeluargaan begitu terasa ketika para pengurus dan anak-anak pesilat berkumpul.

Kegiatan malam pergantian tahun tersebut diisi dengan aktivitas sederhana seperti memasak bersama dan bakar-bakaran seadanya, yang justru menambah keakraban dan kehangatan antar pengurus dan pesilat. Tidak ada dentuman petasan maupun pesta berlebihan, sejalan dengan semangat menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan.

Selaku tuan rumah, Ikshan menyampaikan bahwa perayaan tahun baru tidak harus dirayakan dengan hura-hura, melainkan cukup dengan kebersamaan dan rasa syukur.

“Pergantian tahun ini kami rayakan dengan sederhana bersama keluarga besar padepokan Gaya Murni Pakisjaya. Tanpa kembang api dan petasan, yang terpenting kebersamaan, doa, dan rasa syukur agar tahun 2026 membawa kebaikan bagi kita semua,” ujar Ikshan.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi momen silaturahmi yang jarang terjadi di tengah kesibukan masing-masing pengurus.

Sementara itu, RT Nadi yang turut hadir, mengapresiasi kegiatan sederhana tersebut. Menurutnya, perayaan seperti ini justru lebih bermakna dan mempererat hubungan silaturrahmi antar pengurus.

“Kami merasa senang bisa berkumpul bersama. Suasananya hangat, akrab, dan jauh dari kebisingan. Semoga tradisi sederhana seperti ini bisa terus dijaga,” ungkap Nadi.

Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Dusun Kedawung ini menjadi contoh bahwa kebahagiaan tidak selalu diukur dari kemeriahan, melainkan dari kebersamaan, kepedulian, dan keharmonisan antar pengurus dan anak-anak pesilat. Diakhir acara ditutup dengan makan bersama. (D-Hunter)