Mei 24, 2026

Viral ! Dinilai Videonya Menghina Pimpinan Ponpes, Youtuber Heri Pras Di ‘Rujak’ Alumni Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo Jatim

Screenshot_20240814-135916
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com JAKARTA, — Akibat video yang dibuatnya di akun IG, tentang tradisi di Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Jatim dianggap menghina pimpinan ponpes KHR. Achmad Azaim Ibrahimy, Heri Prasetiawan alias Heri Prass di cari para Alumni Nusantara ponpes tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi Mahardhikanews.com, dalam video tersebut terlihat barisan santriwati yang mencium tangan Kyai Achmad Azaimi secara berbaris dengan dilapisi kain.

Dalam komentarnya, dengan menyebut kata “Miris” Heri Prass mengatakan kenapa wanita-wanita itu kenapa tidak cium tangan sama suaminya atau saudaranya saja..

“Kenapa wanita ini … “Naudzubilah” mau dicari kemana pun nabi tak pernah mengajarkan ajaran seperti ini” ujarnya sembari menambahkan bahwa ini fenomena akhir zaman.

Atas video dan komentar nya tersebut, para Alumni Nusantara Ponpes Salafiyah Syafi’iyah pun mencari Heri Prass.

Setelah ditelusuri dan didapati nomor WAnya, mereka pun bertanya padanya apakah akan dikunjungi atau mengunjungi para alumni.

Heri Pras akhirnya memilih untuk datang dan bukan didatangi. Dia akhirnya menemui rumah salah seorang alumni santri di daerah Tanjung Priok seorang diri, Selasa malam (13/08).

Dihadapan para santri alumni, dia akhirnya memohon ma’af atas videonya baik secara lisan dan tertulis, dan berjanji tak akan mengulanginya lagi.

Dia juga mengaku siap di proses hukum yang berlaku bila mengulanginya lagi.

“Saya Heri Prasetiawan alias Heri Prass dengan ini memohon ma’af atas konten video saya tentang KH.R. Achmad Azaim Ibrahimy dan videonya sudah saya hapus” ungkapnya dalam permohonan ma’af lisan.

Usai mengucapkan permohonan ma’af secara lisan, dia pun menandatangani surat permohonan ma’af nya di kertas bermaterai sebagai bukti kesungguhannya.

Namun begitu, para alumni merasa belum cukup. Karena itu dia diminta untuk mengunjungi ponpes Salafiyah Syafi’iyah dan menemui KH. R. Ahmad Zaimi Ibrahim secara langsung dan memohon ma’af padanya disana.

Heri Prass pun menyanggupi dan berjanji akan menemui Kyai Ahmad di ponpesnya.

Sebagai bukti kesungguhan, melalui jaminan seorang santri alumni, KTP Herry Prass pun di tahan hingga dirinya datang kesana.

Belum dapat diketahui bagaimana reaksi dan tanggapan Heri Prass atas kejadian ini. Namun keberaniannya untuk bertanggung jawab atas perbuatannya sangat dihargai oleh para alumni.

Hadir dalam acara ini Kyai Sirojuddin Abbas, mantan Ketua Iksass Ustadz Haytami dan para pengurus Iksass se Jabodetabek.

Dilokasi yang berbeda, Kyai Wiro alias Firmansyah Al Batawi, pimpinan Ponpes Kun Fayakun Tangerang Selatan yang juga merupakan alumni ponpes Salafiyah Assyafi’iyah menegaskan agar Heri Prass jangan sembarangan dalam memberitakan pimpinan pondoknya.

“Jangan melecehkan, apa lagi mempersekusi atau menghina Kyai-kyai  NU, karena santri-santrinya  gak semuanya waras.”

“Ada juga yang sableng dan pea, yang siap menghajar siapapun yg menghina kyainya tanpa komando kyainya,  karena kehormatan kyainya bagi dirinya nomer satu” tandasnya. (Ivan)