Proyek Jetty Pantai Muara Sedari dan Sabuk Pantai Tanjungpakis Jadi Sorotan, Ini Kata Askun
MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Proyek pembangunan Jetty Pantai Muara Sedari dan Sabuk Pantai Tanjungpakis, Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan publik, setelah muncul dugaan adanya tenaga ahli fiktif dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Diketahui, kedua proyek tersebut merupakan program bidang SDA Dinas PUPR Karawang. Proyek Jetty Pantai Muara Sedari dikerjakan CV. Cakra Buana Utama dengan nilai kontrak Rp 2,4 miliar.
Sementara pada proyek sabuk pantai Tanjungpakis dikerjakan CV. Mazel Arnawama Indonesia dengan nilai Rp 903.480.500.
Jetty Pantai Muara Sedari dibangun sepanjang 160 meter dengan tinggi konstruksi 3,5 meter dan waktu pelaksanaan 85 hari kalender.
Sementara untuk sabuk pantai Tanjungpakis memiliki panjang sekitar 80 meter, tinggi 2,5 meter, lebar atas 2 meter, lebar bawah 9 meter, dan waktu pelaksanaan 90 hari kalender.
Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan, Asep Agustian, SH., MH., yang familiar dipanggil Askun mengatakan, dulu ia pernah mengeluarkan pernyataan jika dua proyek ini tidak akan selesai dikerjakan sampai waktu yang telah ditentukan.
Dia menduga kontraktor proyek tersebut hanya meminjam bendera perusahaan orang lain.
“Kalau dia perusahaan sendiri seharusnya ada data konkret mengenai konsultan dan tenaga ahli, bukannya digantikan oleh mandor yang ngaku-ngaku sebagai wartawan saat dikonfirmasi oleh beberapa awak media,” tutur Askun. Senin (05/01/2026)
Menurutnya pekerjaan Bidang SDA PUPR Karawang ini selalu jadi sorotan publik. Karena setiap pengerjaan program proyeknya tidak pernah ada yang bisa dibanggakan bagi pembangunan Karawang.
“Saya minta kepada Bapak Bupati Karawang tolong pindahkan (mutasi) itu Kabid SDA PUPR. Konon katanya dia sudah mengajukan surat pengunduran diri, tapi sampai saat ini masih saja dipertahankan,” tutur Askun.
“Kabid nya mengaku sebagai Akademisi dan orang pintar, tapi kerjaan amburadul. Ayo kita bongkar-bongkaran kalau Kabid SDA selalu ngaku paling bersih,” timpalnya.
Dipertanyakan Askun, mengapa proyek Jetty Pantai Muara Sedari Dan Sabuk Pantai Tanjungpakis mangkrak dan tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
“Saya minta kepada temen-temen wartawan terus pantau itu proses pengerjaan kedua proyek tersebut,” tegasnya.
Askun juga menyoroti pernyataan mandor proyek Jetty Pantai Muara, Sedari, yang beralasan adanya rob, sehingga pengerjaan proyeknya ada keterlambatan.
Ditegaskan Askun, seharusnya banjir rob tidak bisa dijadikan alasan, jika pengerjaan proyek tersebut memiliki konsultan dan tenaga ahli profesional.
“Alasan Force Majeure itu memang dibenarkan dalam keterlambatan pengerjaan proyek. Tapi kalau nanti konsultan dan tenaga ahlinya terbukti fiktif, ayo mau bagaimana coba,” katanya. (D-Hunter)






