April 17, 2026

Resmi Dilantik, Pengurus MWC NU Pondok Aren Masa Bakti 2025 – 2030 Luncurkan QRIS

1751675687647
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com PONDOK AREN, — Dipuji sebagai pengurus yang Sat Set, Kepengurusan MWC NU Pondok Aren untuk masa bakti 2025 – 2030 dibawah kepemimpinan H. Fathur Rahman sebagai ketua Tanfidziyah dan DR. Osang Roslani sebagai Sekretaris, memang layak mendapatkan pujian itu.

Pujian yang diberikan oleh mantan ketua Tanfidziyah sebelumnya yaitu, KH. Moch.Toha yang sekarang ini menjabat sebagai ketua Syuriah MWC NU Pondok Aren memang bukan tanpa alasan.

Ini dibuktikan dengan digelarnya Lailatul Ijtima pada setiap bulan di setiap Ranting yang ada di Pondok Aren, yang di inisiasi dan di support penuh oleh H. Fathur Rahman.

Tidak hanya itu, sebagai usaha kemandirian pergerakan NU di masyarakat, MWC NU juga meluncurkan metode pembayaran online QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard), sebagai Sarana Kemandirian Bagi Pergerakan NU di Pondok Aren.

Sebuah metode pembayaran digital yang mudah dilakukan dimana saja, bagi warga yang hendak berpartisipasi dalam kegiatan NU.

Jika sebelumnya di tiap ranting diluncurkan Kaleng Koin NU, kini di kepengurusan yang baru metode QRIS jadi pilihan.

“Silahkan bagi warga NU yang mau menyumbang menggunakan QRIS ini. Dan dijamin tak terkena biaya administrasi. Tidak seperti transfer biasa,” ujar H. Fathur Rahman saat melaunching QRIS tersebut.

Dia juga meminta agar stiker QRIS yang dibagikan bisa ditempel di rumah masing-masing agar saat memiliki rejeki lebih, bisa berbagi untuk NU.

“Berapa aja ya, bapak ibu bisa mengisi kesini. Semua untuk kemajuan dan kemandirian NU di Pondok Aren,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Tangsel KH. Abdulah Mas’ud juga sudah memberikan sumbangan perdananya ke QRIS ini, sambil mengajak dan memberikan tutorial penggunaannya.

“Gini ya,” katanya, sebelum launching dilakukan. Dengan menggunakan Hp nya dia memberikan sumbangan perdana bagi penggunaan QRIS tersebut.

Hadir dengan seluruh pengurusnya, MWC NU Pondok Aren memang nampak siap untuk membumikan amaliyah NU dimasyarakat menjadi Jam’iyah.

“Insya Allah ke depan, masyarakat Islam di Pondok Aren tak lagi hanya beramaliyah Ahlu Sunnah Wal jama’ah An Nahdliyah, tapi juga menjadi Jam’iyah An Nahdliyah,” tegas H. Fathur Rahman.

Hadir sebagai pembicara utama dalam acara ini, sesepuh Nahdlatul ulama DR. KH. Manarul Hidayat, yang menjelaskan tentang sejarah dan cikal bakal berdirinya NU di Tanah Air pada tahun 1926.

Dia juga menjelaskan bagaiman perjalanan panjang NU dalam melawan rongrongan bahaya laten dan luar negeri bagi NKRI. Acara di tutup dengan do’a bersama dan ramah tamah. (Ivan)