Aktivis Barisan Senyap Dan Masyarakat, Desak Camat Tirtajaya Segera Sidak BUMDes Sabajaya
MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, – Terkait adanya dugaan penyalahgunaan anggaran BUMDes desa Sabajaya, yang belum adanya kejelasan informasi publik, bahkan dinilai tidak transparan dan tidak tepat sasaran.
Aktivis Barisan Senyap, Andi Jalu dan Aminah selaku warga desa Sabajaya, menindak lanjuti hingga ke kantor kecamatan Tirtajaya kabupaten Karawang, pada Jumat (11/04).
Lanjut Andi, Setelah mengkonfirmasi camat Tirtajaya, Andi merasa tidak adanya kepuasan terkait dengan apa yang dipertanyakan soal adanya dugaan penyalahgunaan anggaran BUMDes Sabajaya,”ucap Andi pada kontributor Mahardhika news.com, Minggu (13/04).
“Berdasarkan informasi yang dihimpun, alokasi anggaran untuk BUMDes Sabajaya telah menelan anggaran terbilang fantastis, dikisaran 20 % dari total dana desa di Tahun 2025,”imbuhnya.
Lebih lanjut, informasi yang didapat kontributor mahardhikanews.com, Dedi Hunter, bahwa Aminah setelah konfirmasi langsung kepada Kepala Desa (Kades) Andri pada Senin (07/04), namun tidak ada itikad baik untuk menjelaskan terkait alokasi anggaran BUMDes tersebut. Dan yang lebih mirisnya lagi nomor WhatsApp, Aminah diblokir oleh Kades tersebut,” keluhnya.
Menanggapi hal ini, aktivis barisan senyap dan masyarakat desa Sabajaya kecamatan Tirtajaya, mendesak pemerintah kabupaten Karawang, khususnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Inspektorat dan Satgas Dana Desa, untuk segera turun tangan.
“BUMDes itu milik masyarakat, bukan milik segelintir orang. Harusnya terbuka secara umum, jelas alokasi anggarannya, jelas pengelolaannya dan harus memberikan manfaat,” tandasnya.
“Jika pengurusnya saja tidak jelas dan anggaran tidak transparan, maka harus segera dievaluasi, bahkan diaudit,”tegasnya. (Ivan)






