April 29, 2026

ZHM Gelar Haul Syeikh Nazim ke XI dan Peringatan 40 Hari Wafatnya Syeikh Hisyam Kabbani

IMG-20250118-WA0016
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Salah satu majelis dzikir Thoriqoh Naqsyabandi Haqqani yang bernama Zawiyah Haqqul Mubin (ZHM), yang berlokasi di perumahan jl Lelie, komplek perumahan Bukit Nusa Indah Serua Ciputat, gelar acara Haul Syeikh Muhammad Nazim Adil Qubrusi yang ke XI.

Pria kelahiran Cyprus Turki pada tahun 1922 dan meninggal pada tahun 2014 ini, merupakan Mursyid Tariqoh Naqsyabandi Al Haqqani, dan orang pertama yang membawa Toriqoh ini ke Indonesia bersama Syeikh Berni Assubki.

Dalam peringatan ini, sekaligus dilaksanakan juga peringatan 40 hari meninggalnya Syeikh Hisyam Kabbani, penerusnya Syeikh Nazim, Jum’at (14/01).

Hadir sebagai penceramah dalam acara ini, Ustaz Nashran Hamadin dan imam dzikir Ustaz Adib Mujab.dan puluhan ulama lainnya beserta jama’ah umum.

Acara yang dimulai sejak pukul 18.30 usai sholat Maghrib ini berakhir hingga pukul 23.00 WIB malam dengan diawali pembacaan surat Yasin dan tahlil, dilanjutkan dengan pembacaan maulid nabi dan tausiyah agama setelah jeda sholat Isya berjama’ah.

Dalam ceramahnya, selain berpesan menjalani ajaran Syeikh Nazim, Ustaz Nasran juga mengisahkan pengalamannya dan perjalanan dakwah Syeikh Nazim dalam sebuah film melalui layar slide proyektor.

Dalam film tersebut ditayangkan kembali bagaimana kisah perjalanan spiritual Syeikh Nazim hingga sampai ke Indonesia dan berlanjut ke Syeikh Hisyam Kabbani.

Sebagai pimpinan ZHM, Devi Haqqani berharap dengan adanya acara ini jadi wasilah bagi para murid, agar hatinya terus tersambung dengan Syeikh Nazim dan Syeikh Hisyam.

“Dengan mengenal dan mengetahui lebih banyak sejarah hidup dan perjuangan Mursyid kita, Insya Allah ini akan membuat rasa cinta kita akan selalu terjaga,” kata Devi.

Dia juga meminta agar para jama’ah ZHM jangan pernah bosan untuk terus hadir setiap malam Sabtu guna melaksanakan dzikir Khatam Khawajagan.

Menurutnya, Dzikir Khatam Khawajagan adalah salah satu perintah dan ajaran dari Mursyid, yaang harus dilaksanakan para murid, karena Toriqoh ini adalah Toriqoh kebersamaan.

“Mursyid dan murid harus sering berkumpul dalam dzikir khatam.Khawajagan. Meski secara dhohir/nyata mursyid kita tak ada bersama kita, tapi saat dzikiran, beliau akan selalu ada dalam hati dan fikiran kita” pungkasnya. (Ivan)