April 29, 2026

Testimoni Murid Mewarnai Tahlilan Malam Ke 6 Untuk Maulana Syeikh Hisyam Kabbani di ZHM

Screenshot_20241210-212924
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Zawiyah Haqqul Mubin ( ZHM ) bersama dengan yayasan Haqqani Indonesia laksanakan do’a dan dzikir bersama di malam ke 6 wafatnya Maulana Syeikh Muhammad Hisyam Kabbani QS di pendopo ZHM, Selasa malam (10/12).

Rangkaian do’a dan dzikir yang dikenal dengan istilah Tahlilan ini, dihadiri oleh segenap murid yang tergabung dalam Tariqoh Naqsyabandiyah ‘Aliyah di bawah kepemimpinan Syeikh Hisyam Kabbani QS dari berbagai penjuru kota.

Di awali dengan sholat Isya berjama’ah, acara dilanjutkan
dengan pembacaan surat Yasin dan surat Al Mulk, disertai bacaan tahlil dan sholawat yang dipimpin oleh Kyai Sohib dan Ustaz Adib Mujab.

Usai pembacaan do’a yang dilakukan oleh Syeikh Wahyudi, acara pun dilanjutkan dengan testimoni pengalaman dari para murid, tentang awal mula dirinya masuk ke Tareqoh Naqsyabandiyah Aliyah.

Kesempatan testimoni tidak hanya diberikan bagi kaum pria, tapi juga pada kaum wanita. Salah satu peserta wanita yang menyampaikan testimoninya adalah Nia Kurnia.

Dia mengaku bahwa pada saat dirinya merasa galau dan tak punya pegangan, dia merasa bahwa dirinya butuh adanya guru yang bisa mendampingi dirinya dalam mengarungi kehidupan.

“Quadran tahu dan tidak tahu dimana quadran itu sangat besar Syeikh dimana kita tidak tahu, itu membuat kita gamang gitu Syeikh ya” ujarnya di awal cerita.

“Saya sebelumnya bergabung dengan Islamic Study Club di Masjid Al Azhar dan juga mengikuti salah seorang ustaz di Jakarta dan mengikuti pengajiannya, namun hal itu belum juga membuat dirinya tenang” ujar Nia.

Dalam perjalanan spiritualnya ini dia diberikan sebuah buku karangan Syeikh Hisyam yang berjudul tentang Dialog Bersama Malaikat oleh sahabat dekatnya.

Sebagai seorang akademisi dan berminat tentang dunia agama, dia pun melalap buku ini dan berkesimpulan bahwa buku ini sangat luar biasa dan tak boleh beredar di Indonesia karena banyak berisi peristiwa di luar nalar tentang pengalaman Syeikh Hisyam.

“Lewat seorang kawan yang memberikan informasi tentang buku tersebut pula, Nia diberikan kabar bahwa penulisnya akan hadir ke Jakarta” tuturnya.

Dengan semangat dia pergi menghadiri acara tersebut dan bertemu Syeikh Hisyam Kabbani di rumah Syeikh Nasran di jalan Kelapa dua Jakarta Barat.

Rasa kagum dan aneka pertanyaan yang hendak diajukannya mendadak sirna karena ucapan Syeikh Hisyam pada para muridnya saat itu, untuk tidak banyak bertanya dan cukup mengikuti jalan tariqohnya saja.

Mendengar hal itu, dia pun mulai menekuni dan mempelajari Tariqoh Naqsyabandiyah Aliyah. Meski pada awalnya banyak mengikuti berbagai aliran, kini dirinya mantab bersama Tariqoh ini.

“Alhamdulillah, saat ini saya mantab bersama bimbingan Maulana Syeikh Hisyam di dalam toriqoh ini. Semoga saya bisa Istiqomah ya” pungkas Nia, mengakhiri sepenggal kisah perjalanan spiritualnya.

Usai acara testimoni acara berlanjut dengan pembacaan Dzikir Khatam Khawajagan, Maulid Nabi Muhammad SAW, dan ramah tamah dengan makan bersama.

Diketahui bahwa Maulana Syeikh Muhammad Hisyam Kabbani QS adalah Mursyid dari Tariqoh Naqsyabandiyah Aliyah. (Ivan)