PCNU Tangsel Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, KH. Abdullah Mas’ud: Tradisi Bukan Sekedar Warisan Masa Lalu
MAHARDHIKAnews.com PONDOK AREN, – Ketua PCNU Tangsel KH Abdullah Mas’ud menyebut tradisi yang diwariskan ulama NU bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas dan benteng umat yang moderat serta toleran.
Hal itu disampaikannya saat membuka pengajian akbar peringatan 1 Muharram 1448 H di Graha Aswaja NU 2 Pondok Aren, Senin (15/6).
“Tradisi ini mungkin tampak sederhana, namun sesungguhnya di dalamnya terkandung nilai yang sangat besar, seperti menjaga hubungan hati, memperkuat persaudaraan, dan menyambung sanad perjuangan para ulama,” ujarnya.
“Karena itu tema yang kita usung malam ini, “Merawat Tradisi, Mengokohkan Khidmah untuk Kemaslahatan Jam’iyah dan Jama’ah”, merupakan tema yang sangat relevan dengan tantangan yang kita hadapi saat ini,” tambaj Kyai Mas’ud.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa bagi Nahdlatul Ulama, tradisi bukan sekadar warisan masa lalu. Tradisi adalah identitas, karakter, dan kekuatan.

“Tradisi yang diwariskan para ulama kita, telah terbukti menjadi benteng yang menjaga umat tetap moderat, toleran, dan cinta tanah air,” tandasnya.
Menurut dia, menjaga majelis taklim, tahlilan, istighatsah, maulid, pengajian, dan Lailatul Ijtima’, sejatinya kita sedang menjaga mata rantai perjuangan ulama yang telah membangun peradaban Islam Nusantara dengan penuh hikmah dan kasih sayang.
Namun katanya, merawat tradisi saja tidak cukup. Tradisi harus melahirkan energi pengabdian. Tradisi harus melahirkan gerakan kemaslahatan. Tradisi harus melahirkan khidmah yang nyata bagi umat.
“Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, saya mengajak seluruh jajaran Nahdlatul Ulama di Kota Tangerang Selatan untuk memperkuat semangat khidmah,” ajaknya.
“Khidmah kepada agama, Organisasi, dan Umat juga dengan bangsa dan negara dengan terus menguatkan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah,* tukasnya.
Diakhir sambutannya, Kyai Mas’ud mengajak pada seluruh struktur pengurus Nahdlatul Ulama, mulai dari cabang, MWC, ranting, lembaga, hingga badan otonom dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi.
“Mari kita jadikan tahun 1448 Hijriah ini sebagai momentum hijrah organisasi menuju pelayanan yang lebih baik, hijrah kader menuju kualitas yang lebih baik, dan hijrah jamaah menuju kehidupan yang lebih maslahat,” tegasnya.
Dia juga berharap seluruh struktur Nahdlatul Ulama, mulai dari cabang, MWCNU, ranting, lembaga, hingga badan otonom dapat terus memperkuat sinergi dan kolaborasi.
“Tantangan umat hari ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong sebagaimana yang diajarkan para ulama kita,” paparnya.
Tak lupa, dia pun mengucapkan selamat atas pergantian tahun menurut kalender Islam yang sedang diperingati tersebut.
“Atas nama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Tangerang Selatan, saya mengucapkan, Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah,”
“Semoga Allah SWT menjadikan tahun ini sebagai tahun penuh keberkahan, memperkuat persaudaraan kita, memudahkan langkah khidmah kita, dan menjadikan Nahdlatul Ulama semakin memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.
Hadir mengisi acara tersebut, Zawiyah Nurul Amin pimpinan KH. Husnul Aqib yang juga sekaligus adalah khatib Syuriah PWNU Banten, yang membawakan Manaqib Syeikh Abdul Qodir Al Jailani.
Sebelumnya, dilaksanakan pembacaan surat Yasin dan Tahlil, yang dihadiahkan bagi para Masyayikh NU kaum muslimin yang telah meninggal dunia.
Acara yang dilaksanakan pada malam hari, Senin (15/06) tersebut nampak dipenuhi jama’ah meski sempat di guyur hujan lebat. Antusiasme warga Nahdliyin nampak sangat kuat guna mengikuti acara ini (Ivan)






