Hadiri Perayaan Hari Santri 2024 di Omah Singgah NU Al Fath, Pj Bupati Demak Apresiasi H. Fathur Rahman
MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Pj Bupati yang juga merupakan Dewan Syuro partai PKB Demak KH. Makhsun Ali, menyempatkan diri hadir di perayaan Hari Santri, yang dilaksanakan oleh Omah Singgah NU Al Fath, Jl. Garuda no. 107 A Jurangmangu Timur Pondok Aren Tangsel.
Meski secara tidak sengaja karena kebetulan sedang ada acara di Jakarta, namun dia merasa sangat senang bisa hadir di acara tersebut, Selasa (22/10).
Hal ini tercermin saat dirinya didaulat untuk berceramah, tapi malah bilang, bahwa justru dirinyalah yang terinspirasi dengan kegiatan ini.
“Ini sesuatu yang sangat luar biasa. Sebagai seorang pribadi (@H. Fathur) anda ini sudah sangat sukses, tapi mau ngurusin rumah tahfidz untuk orang tak mampu” ujar Kyai Makhsun saat memulai pidato nya.
“Saya akan sosialisasikan kegiatan ini nanti setelah tiba di Demak. Karena bisa jadi belum banyak yang tahu dengan kegiatan Omah Singgah ini disana” imbuhnya.

Dan bagi para santri, KH Makhsun Ali memberikan aplaus yang sangat besar dengan lirik lagu yang dilantunkan oleh mereka yang berbunyi.
“Ketika tiba-tiba datang malas menerjang, Semoga semangat kita tak lan hilang, Sayang…”
“Ketika tiba-tiba rasa malam melanda, Kita kan berjuang sampai batas….”
“Ini lirik siapa yang buat ini?” tanya Kyai Makhsun pada para santriwati.
“Keren liriknya ini. Memang sudah seharusnya kita bersikap seperti itu dalam belajar ya, apa lagi belajar Al-Qur’an” urainya.
Dia menilai bahwa mempelajari Ilmu Al Qur’an adalah sesuatu yang sangat luar biasa, karena Al Qur’an merupakan Kalam Illahi yang disampaikan pada Nabi Muhammad SAW.
“Dengan Al Qur’an lah nabi kita memberikan pengajaran pada umatnya tentang tata cara ibadah dan menjalani kehidupan. Maka secara tidak langsung para santri ini akan jadi wakil-wakil Allah dalam menyampaikan kalam Nya tersebut pada umat Islam” imbuhnya.
Karena itu dirinya meminta agar para santri tak hanya menghapal, tapi juga belajar mengerti tentang kandungan ayat-ayat suci Al Qur’an tersebut dan mengamalkan nya dalam kehidupan.

Meski diakuinya, kemampuan menghapal Al Qur’an bagi para santri saja sudah sangat luar biasa. Mengingat adanya ribuan ayat dan ratusan surat yang harus di simpan dalam otaknya.
“Berbahagialah para orang tua yang memiliki anak para penghapal Al Qur’an karena ada jaminan syurga bagi mereka” pungkasnya.
Senada, Direktur Assiddiq International School Bekasi KH. Ahmad Haris M.Pd.I., juga mengatakan bahwa memang harus ada kesungguhan dalam belajar Al Qur’an.
Dia sendiri mengaku bahwa selain dari pada belajar, dia juga bahkan harus sambil bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya saat masih kuliah dulu.
“Semua harus dengan sungguh-sungguh dan niat yang kuat ya. Insya Allah dengan bimbingan para guru yang ada disini anda bisa sukses dalam belajar dan menghapal Al Qur’an.
Teman kecil H. Fathur Rahman saat masih di Madrasah ini memang sudah memiliki rumah tahfidz. Bahkan lebih dulu sebelum H. Fathur Rahman mendirikan Omah Singgah NU Al Fath.
Ini terungkap lewat pernyataan H. Fathur Rahman sendiri saat memperkenalkan KH.Ahmad Haris pada hadirin.
“Beliaulah yang menginspirasi saya. Alhamdulillah semua keluarga juga mendukung, seperti istri dan anak saya juga adik-adik saya hingga berdirilah Omah Singgah ini” terangnya.
Diketahui bahwa H. Fathur Rahman atau yang biasa menyebut dirinya ‘Pak De’ pada anak santrinya, merupakan pemilik dan pengelola Omah Singgah Yatim NU Al Fath yang kebetulan juga berasal dari Demak, Jawa Tengah. (Ivan)






