Pondok Pesantren An-Namiyyah Jadi Tuan Rumah Perhelatan Harlah NU ke 101 dan Rowahan MWC Pondok Aren
MAHARDHIKAnews.com TANGSEL, – Pondok Pesantren An-Namiyah yang terletak di Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren Tangsel jadi tuan rumah perhelatan Peringatan ke 101 tahun Nahdlatul Ulama dan Rowahan MWC NU Pondok Aren pada Jum’at malam (01/03).
Segenap pengurus baik dari tingkat Cabang hingga Ranting NU di Pondok Aren nampak menghadiri acara ini, seperti Ketua Tanfidziyah MWC NU Pondok Aren KH. Moh Toha, Sekretaris M. Annas, KH. Jamil dan H. Faturrahman
Ketua Syuriah MWC NU Pondok Aren KH. Suhada yang juga merupakan pimpinan Ponpes An Namiyyah selaku tuan rumah mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan para pengurus yang sudi melaksanakan acara harlah ini di tempatnya.
“Semoga setiap acara MWC NU Pondok Aren akan selalu diadakan di lokasi pengurus atau pun anggota NU Pondok Aren, dan tidak lagi menumpang di tempat atau pengurus lain” ungkap KH. Suhada.

Dia melihat bahwa di Kecamatan Pondok Aren banyak lokasi yang representatif untuk perhelatan acara, karena itu dirinya merasa tak rela jika acara MWC NU dilaksanakan di luar Pondok Aren.
“Kita ada Omah Singgah Al Fath milik H. Fathur yang selalu siap kapan saja mengadakan acara MWC. Ada Ponpes Jamiyah Islamiyah, Ponpes Al Qur’aniyah dan Pendopo Seroja. Belum lagi masjid atau aula yang di kelola oleh pengurus” imbuhnya
KH. Suhada juga menilai bahwa dengan cara ini bisa melatih MWC NU Pondok Aren untuk selalu mandiri dalam melaksanakan kegiatannya, seperti acara saat ini.
“Dengan usia yang sudah 101 tahun memang sudah seharusnya NU itu mandiri. Karena itu mari kita tingkatkan ekplorasi kekuatan dan dukungan kita pada NU di Pondok Aren ini” pungkasnya.
Senada, Ketua Tanfidziyah PCNU Tangsel KH. Abdulah Mas’ud juga mengajak semua anggota, pengurus dan simpatisan NU meningkatkan kemandirian dalam menghidupkan NU.
“Lazisnu merupakan salah satu cara kita menjadi mandiri. Program Filontrafi yang selama ini sudah dilaksanakan mohon terus dibantu dengan cara menyalurkan zakat Fitrah dan zakat hartanya melalui Lazisnu, sebagai lembaga zakat NU” ujarnya.
KH. Abdulah Mas’ud juga menyampaikan bahwa hingga saat ini PCNU sudah mengakuisisi dua buah ruko yang sedang dalam renovasi jadi Graha Aswaja.
“Graha Aswaja adalah tempat bagi kita semua untuk jadi pusat pengembangan NU dalam syiar dan dakwah. Dan ini murni hasil sumbangan warga NU di Tangsel. Karena itu mari kita dukung terus pengumpulan dana yang sekarang ini masih berjalan agar tujuan ini cepat terselesaikan” tandasnya. (Saiful Anam)






