April 18, 2026

Ketua PCNU Tangsel: H. Fathur Saidina Usmannya MWC NU Pondok Aren

1709363893876
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com TANGSEL, – Di malam peringatan Harlah ke 101 tahun Nahdlatul Ulama yang di gelar oleh MWC NU Pondok Aren di Ponpes An – Namiyyah Pondok Betung, Ketua Tanfidziyah Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tangsel KH. Abdullah Mas’ud beri gelar Saidina Usman NU Pondok Aren bagi H. Fathurahman.

Hal tersebut diutarakannya saat memberi sambutan dihadapan para pengurus MWC dan Ranting se-Kecamatan Pondok Aren. Dirinya sangat mengagumi dedikasi, loyalitas dan perhatian H. Fathur selama ini pada kegiatan NU.

“Pondok Aren harus merasa bersyukur memiliki figur seperti H. Fathur. Dia merupakan Saidina Usmannya NU Pondok Aren” ujar Cak Mas’ud begitu biasa di panggil.

Cak Mas’ud menambahkan, Kita bisa lihat, banyak event yang dilaksanakannya secara mandiri untuk kemajuan NU di Pondok Aren. Bahkan kegiatan tersebut melebihi kegiatan yang bisa dilaksanakan oleh PCNU.

“Saya sendiri di PC dan pengurus lainnya berharap akan hadir Saidina-saidina Usman baru di Tangsel untuk mendukung pergerakan NU, namun hingga saat ini memang belum ketemu” imbuhnya.

Bukan tanpa alasan Ketua Tanfidziyah PCNU Tangsel ini memberi gelar Saidina Usman pada H. Fathurrahman. Pria paruh baya yang berprofesi sebagai pengacara ini memang sangat populer dikalangan aktivis NU struktural maupun kultural.

Sepak terjangnya dalam memajukan NU sudah sangat terkenal. Pria yang selalu tampil bersahaja ini memang seorang yang benar-benar mengabdi pada NU di tengah kesibukannya sebagai seorang profesional.

Pemilik Omah Singgah NU Al Fath yang memberikan pesantren gratis bagi anak yatim dan dhuafa juga rumah tahfidz ini memang sangat terkenal dermawan dan peduli dengan kegiatan NU di Pondok Aren.

Dipuji dan disebut sebagai Saidina Usmannya NU Pondok Aren, H. Fathur nampak hanya tersenyum kecil saja menanggapi pujian ini. Baginya pengabdian di NU memang sudah jadi bagian dalam dirinya yang terlahir dari keluarga NU.

“Kita hanya mengabdi saja, apa yang bisa saya lakukan buat NU ya saya laksanakan. Gitu aja” ujar H. Fathur singkat saat ditanya komentarnya atas julukan tersebut.

Meski bergelimang harta, pangkat dan jabatan, H. Fathur menunjukan bahwa dirinya hanyalah ‘santri’ dari pada masyaikh NU KH. Hasyim Ashari, Jum’at malam (01/03). Dia sangat konsen dengan peningkatan SDM dan ekonomi sosial warga NU khususnya bagi para Banser.

“Semoga saya bisa terus Istiqomah dalam mengabdi bagi NU. Do’akan saya dan semua warga NU ya” tutur H. Fathur singkat menutup pembicaraannya dengan awak media. (Ivan)