Mei 26, 2024

Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin: ASN Jangan Malas Belajar Hal Baru 

Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGERANG, – Wakil Walikota Tangerang Sachrudin mengatakan bahwa aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang harus bisa menunjukan kinerja yang baik kepada pimpinan. Jangan malu, apalagi malas untuk belajar hal yang baru.

Sebab ASN sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan layanan masyarakat. Karena itu, ASN harus memperkuat dan meningkatkan kinerja.

“Tunjukkan kinerja kita yang baik kepada pimpinan, jangan malu apalagi malas untuk belajar hal baru,” ungkap orang nomor dua di Kota Tangerang.

Pernyataan Sachrudin diungkapkan saat menyampaikan petuahnya dalam acara pengajian rutin yang berlangsung di Masjid Raya Al Azhom, Kota Tangerang, Senin (10/5)

Politisi Partai Golkar ini menuturkan, pengalamannya selama menjabat sebagai ASN kepada para pegawai Pemkot yang hadir dalam acara pengajian rutin Ramadan 1444 Hijriyah, tersebut.

Menurut politisi partai berlambang pohon beringin ini, seorang ASN harus terus meningkatkan etos kerja dan menunjukkan loyalitas serta dedikasi yang tinggi terhadap setiap pekerjaan yang diembannya.

Sachrudin mengatakan bahwa, apa yang ia telah capai pada hari ini merupakan buah dari konsistensi dan juga jeri payah atas apa yang telah dipupuk sejak memulai karir sebagai ASN.

“Yang terpenting, kita juga harus selalu berprasangka baik kepada orang lain, termasuk rekan kerja kita,” tuturnya.

Sachrudin mengatakan bahwa, apa yang ia telah capai pada hari ini merupakan buah dari konsistensi dan juga jeri payah atas apa yang telah dipupuk sejak memulai karir sebagai ASN.

“Yang terpenting, kita juga harus selalu berprasangka baik kepada orang lain, termasuk rekan kerja kita,” tuturnya.

Selain itu, Sachrudin mengingatkan kepada ASN Pemkot Tangerang yang tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan untuk semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah.

Lebih lanjut, Sachrudin bilang, saat ini Ramadan telah memasuki hari ke 19 atau segera memasuki fase sepuluh hari kedua Ramadan atau fase maghfiroh (ampunan).

“Niatkan pada hal-hal positif, seperti peningkatan kualitas diri. Ibadah puasa jangan hanya sekadar sebagai rutinitas, tapi harus ada peningkatan kualitas terlebih dalam melayani masyarakat,” pungkas pria berkacamata dengan khas kumis ini. (Red)