Mei 1, 2026

Arogan, Etika dan Tindakan Represif Oknum Pegawai Parkir di Gedung Pemda II Karawang Jadi Sorotan 

IMG-20260501-WA0002
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Perlakuan tak menyenangkan dialami seorang wartawan berinisial CA saat menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan Gedung Pemda II Karawang, Kamis (30/4) siang. Insiden itu memicu sorotan terhadap etika petugas serta kebijakan parkir di area pemerintahan.

Peristiwa bermula ketika CA memilih beristirahat di dalam mobilnya karena kondisi kurang fit, sementara rekan-rekannya meliput di dalam gedung. Namun secara tiba-tiba, kendaraannya didorong dari belakang oleh seseorang.

“Saya kaget, tiba-tiba mobil didorong padahal saya masih di dalam dan mesin menyala,” ungkap CA.

Ia menilai tindakan tersebut berbahaya dan tidak mengedepankan komunikasi yang baik. Menurutnya, jika memang diminta memindahkan kendaraan, seharusnya dilakukan secara sopan.

“Kalau memang diminta geser, mestinya diketuk dulu kacanya, bukan langsung didorong. Ini bisa membahayakan,” tegasnya.

Saat dikonfirmasi di lokasi, oknum pegawai yang terlibat menyebut tindakan itu merupakan bagian dari instruksi pimpinan.

“Ini arahan Kepala Dinas Perhubungan, parkiran basement hanya untuk kendaraan dinas,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut justru menimbulkan tanda tanya bagi CA. Ia mempertanyakan konsistensi kebijakan penertiban parkir di Karawang yang dinilai tidak merata.

“Di luar sana, parkir liar di badan jalan masih banyak, bahkan kendaraan besar yang mengganggu lalu lintas. Tapi di gedung pemerintah, kendaraan pribadi yang parkir sebentar malah dipersoalkan,” katanya.

Didorong Saat Istirahat di Mobil, Wartawan Soroti Etika Penertiban Parkir di Gedung Pemda II Karawang.

CA juga menyoroti transparansi aturan yang diberlakukan. Menurutnya, jika memang ada larangan, seharusnya disampaikan secara terbuka kepada publik.

“Gedung ini fasilitas publik, dibangun dari uang rakyat. Kalau ada aturan pembatasan parkir, harus jelas dan diumumkan. Jangan sampai masyarakat atau tamu diperlakukan seperti ini,” ujarnya.

Meski oknum pegawai tersebut telah menyampaikan permintaan maaf, CA menilai cara penyampaian tetap terkesan kurang ramah dan tidak mencerminkan pelayanan publik yang baik.

“Saya datang dalam rangka tugas jurnalistik, hanya istirahat sebentar karena kurang sehat,” tambahnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya profesionalisme dan pendekatan humanis dalam pelayanan di lingkungan pemerintahan, sekaligus membuka diskusi soal konsistensi penegakan aturan parkir di Karawang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perhubungan Karawang terkait kebijakan parkir kendaraan pribadi di area basement Gedung Pemda II Karawang.

(D-Hunter)