Kaur Kesra Desa Tanjungmekar, Gelar Acara Tahlilan Malam Pertama Putri Tercintanya
MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Usai shalat isya, Kaur Kesra Desa Tanjungmekar, Ahmad Maulana (Alex) menggelar acara tahlilan malam pertama untuk mengenang almarhumah Aan Kurnia Yulia, putri tercintanya, di Dusun Cabang RT.001 RW.001 Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang.
Almarhumah berpulang ke Rahmatullah, pada hari Kamis pagi (15/1/2026) pukul: 5.45 WIB di ruang IGD RS Hastien Rengasdengklok, dalam proses persalinan. Alhamdulillah sang bayi perempuan lahir dengan selamat.
Pada kesempatan tersebut, acara dipandu oleh Ustad Rohmat, selaku MC dan pembacaan Yasin, tahlil, serta dzikir dipimpin oleh Ustad Dadang S Manaf, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Al-Awwabiin sekaligus sebagai P3N Desa Tanjungmekar.
Acara ini dihadiri oleh para jamaah masjid dan musholla, keluarga besar almarhumah, Staf Kecamatan Pakisjaya, Staf Desa dan BPD Tanjungmekar, serta masyarakat sekitar.
Ustad Dadang mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mengenang dan mendoakan almarhumah.
“Tahlil adalah hal yang baik, karena mengandung bacaan-bacaan yang penuh makna. Ini adalah waktu untuk bersama-sama memohon ampunan dan rahmat Allah SWT bagi almarhumah Aan Kurnia Yulia Binti Ahmad Maulana,” ujarnya.
Mewakili seluruh keluarga besar almarhumah, Ustad Abdul Khayyi, S.Pd, M.Pd, selaku Wakil Ketua DKM Masjid Besar Al-Awwabiin sekaligus juga sebagai guru almarhumah, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas bantuan fardu kifayah hingga tahlil yang pertama ini.
Ia juga memohon doa masyarakat luas kepada almarhumah muridnya, serta meminta maaf bila semasa hidup, Aan Kurnia Yulia pernah berbuat salah.
“Semoga apa yang dibuat almarhumah menjadi ladang pahala,” katanya.
Selain itu, Ustad Jaya Supena, mubaligh kondang dari Dusun Bungin, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, turut memberikan tausiyah.
Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan pemahaman tentang pentingnya menghadapi kematian dengan kesabaran dan keimanan.
“Bagi saya pribadi, tahlil adalah salah satu bentuk ibadah yang sangat dianjurkan,” ucapnya.
“Dalam kematian, kita harus melihatnya sebagai peringatan dan nasihat bagi kita yang masih hidup. Semoga peristiwa ini dapat memperkuat iman kita, karena kita yakin akan adanya siksa kubur, kenikmatan dari Allah SWT sudah terputus,” kata ustad Jaya Supena.
“Namun insyaallah, almarhumah wafat dalam keadaan husnul khatimah. Rasulullah bersabda, yang artinya, Wanita yang Meninggal saat Melahirkan adalah Syahidah,” terangnya.
Acara Yasinan/Tahlilan Malam Pertama ini menjadi momen berkumpulnya masyarakat setempat untuk mengenang dan mendoakan almarhumah. Semangat kebersamaan dan keimanan pun terasa kuat dalam doa-doa yang dipanjatkan.
“Sambil mengambil hikmah dari kehidupan almarhumah sebagai pelajaran berharga bagi yang masih hidup,” imbuhnya.
“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan doa-doa yang dilantunkan, serta memberikan tempat yang layak bagi almarhumah Aan Kurnia Yulia Binti Ahmad Maulana di sisi Allah SWT,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa yang dibacakan oleh, Ustad Jamali dan diakhiri ramah tamah seluruh jamaah yang hadir. (D-Hunter)






