Juni 8, 2026

2 Pakar Akademisi Bombardir Pertanyaan Rahasia Mengajarkan Kitab Kuning Bagi Santri, KH. Ahmad Ghazali Jawab Begini

Screenshot_20250118-113415
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Assa’adah Setu Tangsel KH. Ahmad Ghazali, dibombardir pertanyaan tentang bagaimana mengajarkan para santrinya hingga mahir baca kitab kuning di acara Podcast Pontren Assa’adah.

Tak tanggung-tanggung, sang penanya pun merupakan para pakar di bidangnya, seperti Guru Besar Fiqih Muamalah yang juga Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat Prof. Dr. Hasanudin Maulana dan Dosen Fiqih Jinayah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Dr. KH. M. Nurul Irfan M. Ag.

Pasalnya, KH. Ahmad Ghazali mengatakan bahwa lulusan di Assa’dah dijamin bisa baca kitab kuning, bahkan bisa mengajarkannya pada orang lain. Bukan seperti kebanyakan lulusan lain yang hanya bisa membaca tapi ga mengerti, apa lagi mengajarkan nya

Ditanya perihal tersebut, KH. Ahmad Ghazali yang biasa membiasakan dirinya menyebut Abah ini, rupanya mempunyai rumusan rahasia.

Dengan mengutip nasehat dari pendiri pesantren Lirboyo Almaghfurlah KH. Mahrus Ali, dia mengatakan bahwa untuk bisa menguasai Kitab Kuning Santri cukup menguasai/khataman kitab Jurumiyah.

“Jadi cukup itu. Masalahnya adalah setelah baca kitab Jurumiyah tidak ada konsistensi untuk membacanya secara Sorogan bersama mentor atau guru pembimbing,” ulasnya.

Menurutnya, Jurumiyah itu teori sedangkan Sorogan adalah prakteknya. Jadi harus ada perpaduan antara awwamil, Jurumiyah dan Sorogan,” tandasnya.

Ketika ada keluhan dan kesan bahwa ‘kok sulit amat ya untuk menguasai kitab kuning, Abah KH. Ahmad Ghazali menjawab bahwa semua itu berpulang pada ‘kesungguhan’.

Dia melihat ada 3 unsur yang membuat santri bisa berhasil dalam menguasai kitab kuning. Mereka adalah santri itu sendiri, Kabag Ta’lim dan mentor di Ponpes.

“Jadi antara santri, Kabag Ta’lim dan Mentor di ponpes itu harus sungguh-sungguh dalam melaksanakan kegiatan belajar dan mengajarnya,” tandas dia.

“Karena itu selain santri, kita juga mendidik Kabag Ta’lim dan mentornya agar sesuai dengan harapan Abah,” pungkasnya, Minggu (12/01).

Acara Podcast yang dilangsungkan di ruang kantor tersebut, dihadiri oleh para dewan guru yang terdiri dari para assatidz dan Assatidzah pontren Assa’adah dan disiarkan melalui kanal YouTube Ivan Abatasa di @ivanksenterprise2554. (Ivan)