Kamis, 01 Oktober 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Sinta Agatha M. Iqbal raih Penghargaan Stan Favorit pada Pameran Kriyanusa 2026 Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 37 Kasus Narkoba September 2026, 44 Tersangka Diamankan Sambangi Gedung PWI Kapolres Metro Tangerang Minta Kapolsek Respon Cepat Konfirmasi Wartawan Pemanggilan Saksi Jadi Babak Baru, Abel Dorong Penanganan Perkara Transparan dan Berkeadilan Ketua Dekranasda Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris: Pengrajin Tas Olahan Mengangkat Nama Baik Jambi SDN Harja Mekar 01 Cikarang Utara Gelar Maulid Nabi, PLT Kepsek Susi S.Pd Hadirkan Dakwah Boneka KA Hae n Steven RR. Okki Jusuf Judanagara: Merajut Warisan Tarumanagara dan Gagasan Pembangunan Berbasis Kearifan Nusantara Nyamar Jadi Petugas Provider, Spesialis Pencuri Tower BTS Ditangkap di Tangerang
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Sosial › Mahardhika Premium

TNI AL Dan Warga Nelayan Bongkar Pagar Laut di Teluk Naga Tangerang

BAGIKAN ARTIKELTNI AL Dan Warga Nelayan Bongkar Pagar Laut di Teluk Naga Tangeranghttps://www.mahardhikanews.com/2025/01/18/tni-al-dan-warga-nelayan-bongkar-pagar-laut-di-teluk-naga-tangerang/
TNI AL Dan Warga Nelayan Bongkar Pagar Laut di Teluk Naga Tangerang

MAHARDHIKAnews.cim KABUPATEN TANGERANG, — TNI AL bersama dengan masyarakat nelayan teluk naga membongkar pagar laut di kawasan Tanjung Pasir, Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/1/2025)

MAHARDHIKAnews.cim KABUPATEN TANGERANG, — TNI AL bersama dengan masyarakat nelayan teluk naga membongkar pagar laut di kawasan Tanjung Pasir, Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Sabtu (18/1/2025)

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Danlantamal) III Jakarta Brigjen TNI (Mar) Harry Indarto menargetkan pihaknya dapat membongkar pagar laut di kawasan Tanjung Pasir tersebut sepanjang 2 kilometer per hari.

“Target saya hari ini untuk membongkar pagar laut sekitar dua kilometer saja,” kata Harry saat ditemui di Tanjung Pasir.

Harry menjelaskan, pihaknya hanya mampu menargetkan 2 kilometer per hari karena proses pencabutan dinilai lebih sulit dibandingkan dengan proses penancapan pagar.

“Dengan peralatan yang ada saat ini, ternyata proses pencabutan lebih sulit dari pada menanamnya. Apa lagi bambu yang di tanam sudah dalam jangka lama waktu berbulan – bulan lalu,”? tukas Harry.

Dia menambahkan, dalam proses ini kami tidak bisa mengerahkan kapal kapal TNI AL yang besar karena kedalaman laut sangat dangkal dan hanya bisa mengerahkan perahu kecil dengan di bantu sama warga nelayan.

“Harapan kami, semoga dalam beberapa hari ke depan pihaknya mendapat bantuan dari instansi dan lembaga terkait untuk membongkar seluruh pagar laut tersebut, agar penanganannya lebih cepat,” tutupnya. (Yan)