April 22, 2026

Miris, Diduga Biaya Pemakaian Listrik Sekolah Dibebankan ke Siswa SMA N 7 Tangsel, Kepsek Akui

IMG-20251121-WA0099
Spread the love

MAHARDHIKAnews.com TANGERANG SELATAN,  SMA Negeri 7 Tangerang Selatan disorot karena muncul dugaan bahwa komite sekolah meminta siswa membayar biaya pemakaian listrik AC di ruang kelas. Praktik ini menuai sorotan tajam karena dianggap melampaui kewenangan sekaligus berpotensi menyalahi regulasi.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan bahwa pungutan tersebut dilakukan melalui mekanisme komite sekolah, namun sifatnya dinilai mengikat dan wajib, sehingga menimbulkan keberatan dari sebagian orang tua murid.

Sejumlah sumber internal menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, yang dengan tegas melarang komite melakukan pungutan dalam bentuk apa pun, kecuali sumbangan sukarela, tidak mengikat, dan tidak menjadi syarat pelayanan pendidikan.

“Kalau sudah ditetapkan angka dan diwajibkan, itu bukan lagi sumbangan. Kami sebagai orang tua jelas keberatan,” ujar salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Ia juga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam. “Kami minta Dinas Pendidikan Provinsi Banten turun langsung mengecek. Jangan sampai ada pungutan yang dikemas seolah-olah program sekolah,” tambahnya.

Para orang tua mendesak agar dugaan penyimpangan tersebut ditindaklanjuti secara serius, karena menurut mereka praktik pungutan berpotensi membebani siswa dari keluarga kurang mampu dan menciderai prinsip pendidikan yang berkeadilan.

Ketika dikonfirmasi kepada kepala sekolah SMA N 7 Muhajin Joko Tingkir Spd. Yang akrab disapa Joting menyebutkan Di SMA N sebanyak 33 ruangan kelas siswa memiliki AC.

” Dari kelas X, XI, XII kita ada 33 kelas dan semua nya memiliki AC, ” Ujar Joting.

Beliau juga tidak membantah adanya aktivitas pungutan tersebut, ia mengakui tindakan komite tersebut, tetapi berdalih bahwa ” Pihak sekolah tidak mengetahui nominal, bagaimana mekanisme nya, kepada siapa diberikan nya, saya tidak tau, dan saya tidak pernah menerima apapun dari mereka ( komite – red).

Hingga berita ini diterbitkan, pihak komite sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pungutan biaya listrik tersebut. Redaksi masih terus berupaya meminta klarifikasi.

(jun)