Hadiri Pelantikan Pengurus MWC NU Pondok Aren, Ketua PCNU Tangsel: Perkuat Ranting
MAHARDHIKAnews.com PONDOK AREN, — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PCNU ) Tangsel, KH. Abdullah Mas’ud tekankan pentingnya memperkuat pengurus ranting Nahdlatul Ulama ( PRNU ) yang ada di wilayah Pondok Aren, Jum’at (04/07).
Hal itu disampaikannya saat memberi sambutan, usai pelantikan pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama ( MWC NU ) Pondok Aren oleh KH. Husnul Aqib selaku Pengurus Syuriah PWNU Banten, yang berlangsung di Masjid Al Muttaqin Pondok Pucung, Pondok Aren Tangsel.
“Kekuatan NU ada di akar rumput, terutama di pondok – pondok Pesantren, Madrasah dan khususnya bagi kita ada di ranting – ranting. Karena mereka yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” ujarnya.
Dia sangat mengapresiasi gerakan pengurus NU terpilih yang baru saja dilantik. Menurutnya dibandingkan dua periode sebelumnya, gerakan NU di Pondok Aren memang terkesan lebih signifikan. Namun itu saja tidak cukup.
“Bagaimana pun kuatnya pengurus MWC, namun jika tidak didukung oleh gerakan ranting, maka bisa jadi hasilnya akan jalan di tempat,” imbuhnya.

KH. Abdullah Mas’ud juga menyampaikan, untuk terus memperkuat ranting maka PCNU akan kembali menggelar Turba ( Turun ke Bawah ) ke 3, guna memperkuat ranting yang sudah terbentuk di Tangsel.
“Kita kembali akan melakukan Turba, ada sekitar 54 Ranting di Tangsel yang akan kembali kita sambangi guna memperkuat kaderisasi dan gerakan NU di tiap Ranting,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu dia juga sempat melakukan donasi perdana lewat aplikasi QRIS yang diluncurkan oleh MWC NU Pondok Aren.
Melalui QRIS dan kaleng koin NU yang selama ini sudah. berjalan di Ranting – ranting NU, dia berharap kemandirian NU di Tangsel bisa ditingkatkan, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh PCNU dan beberapa MWC yang sudah berhasil.
Kepada pengurus yang dilantik, dia juga mengatakan bahwa mereka harus bangga karena NU merupakan Organusasi Kemasyarakatan yang terbesar. Tidak hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Dan dia juga akan dianggap sebagai santrinya Mbah Hasyim.
“Pengurus NU dan siapa pun yang mengurusi NU maka akan dianggap sebagai santrinya Mbah Hasyim (Hadratus Syeikh KH. Hasyim Ashari). Dan ini sangat penting bagi kita,” pungkasnya.
Hadir sebagai pembicara utama dalam acara ini, sesepuh dari PBNU, Prof., DR., KH Manarul Hidayat dengan dihadiri oleh puluhan para Kyai, Ajengan dan Abuya yang ada dari berbagai wilayah di Tangsel.
Berikut adalah susunan pengurus MWC NU Pondok Aren untuk masa bakti 2025 – 2030.
Ketua Tanfidziyah KH. Fathur Rahman dengan Sekretaris DR. Osang Ruslani. Sedangkan untuk Ketua Syuriah, KH. Moch Toha dengan Khatib Syuriahnya KH. Abdul Ghofur. (Ivan)






