Lantik Pengurus PWI LS Tangerang Raya, Kyai Imad: Wahai para Pembegal Nasab, Yahudi Pesek dan Unyil
MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, — Pencetus kesadaran rakyat Indonesia tentang tidak tersambungnya nasab para kaum Ba’alawi yang dikenal dengan sebutan Habib atau Habaib di Indonesia kepada Rasulullah Muhammad SAW, KH Imaduddin Al Bantani, lantik pengurus Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI LS) Tangerang Raya di Ponpes Assa’adah Tangsel.
Dalam sambutannya, Kyai Imaduddin atau Kyai Imad sempat berseloroh dengan memanggil para jama’ah yang hadir dengan sebutan yang sering dilontarkan oknum Ba’alawi kepada dirinya, dan para pendukungnya selama ini.
“Yang saya hormati, para Yahudi Pesek, Unyil, para pembegal nasab dan pengikut ajaran iblis” ujarnya sambil berseloroh, yang langsung dijawab dengan suara gerr … para hadirin yang tertawa mendengar sebutan itu.
Istilah itu dinisbatkan oleh oknum Ba’alawi setelah adanya tesis dan bukti yang mendukung tentang tidak tersambungnya nasab kaum Ba’alawi kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

“Mestinya kan yang jadi pembegal nasab dia ya. Orang ga nyambung ke Rasulullah kok ngaku nyambung, dan selalu bilang pada kita selama ini bahwa mereka adalah keturunan Rasulullah. Dan memangnya hidung saya pesek ya ?.mancung apa pesek ?” tanya Kyai Imad dengan nada canda.
Menghadapi hal itu, Kyai Imad minta agar semua hadirin dan pendukung tesisnya untuk tetap bersabar dalam menghadapi kemarahan kaum Ba’alawi dengan menyitir sebuah Firman Allah dalam Al Qur’an.
“Ya kita bisa faham dah kalo mereka mungkin malu atau gengsi untuk mengaku. Masa saat hidup ngaku cucu nabi dan mau meninggal malah jadi mantan cucu nabi. Atau yang sebelumnya mengaku cucu nabi sekarang mantan cucu nabi … ” imbuhnya sambil senyum-senyum.
Namun begitu dia juga menegaskan bahwa PWI LS tidak akan mundur apa bila musuh datang menyerang, Minggu (23/06)
“Kita tidak akan mundur selangkah pun jika memang mereka tidak juga sadar dan malah balik menyerang. Berani apa tidaakk ??.. Lawan apa tidaakk… ??” tanya Kyai Imad pada hadirin yang langsung dijawab hadirin dengan teriakan, beraniiii…..!!!, lawaaann…”.
Kyai Imad juga menegaskan bahwa mereka tidak memusuhi para habib jika mereka mau mengaku dan hidup berdampingan dengan kita semua. Tidak merasa paling mulia dan harus dinomorsatukan karena merasa sebagai keturunan Rasulullah SAW.
“Jika mereka sadar dan mau usaha ya terima. Jika ada anak laki-laki anda ada yang mau menikah dengan balawiyah (kaum perempuan Ba’alawi) ya saya siap dinikahkan… Eeehh… Menikahkan” cetus Kyai Imad seolah salah ucap meski terkesan memang kata itu disengajanya sebagai kata candaan.
Meski hanya sebentar, namun penjelasan Kyai Imad membuat masyarakat, khususnya para pengurus PWI LS Tangerang Raya, semakin tersadarkan dan bersemangat mengawal tesis Kyai Imad tersebut dan juga keluarganya jika ada kemungkinan gangguan dari pihak lain.
Sebelumnya, Ketua PWI LS Tangerang Raya, KH. Nur Effendi Ar-Rasyid juga menyampaikan bahwa Tesis Kyai Imad ini merupakan sebuah hadiah dari Allah akan sebuah kebenaran dari seorang ulama muda.
“Sebelumnya sudah banyak saya perhatikan debat yang dilakukan oleh Kyai Imad dengan pihak lain tentang nasab ini. Dan beliau tetap konsisten, tenang dan memiliki kemampuan olah spiritual yang baik” ungkap Kyai Effendi.
Bahkan dengan jelas dan gamblang dia mengatakan bahwa tak ada seorang pun yang bisa membantah tesis tersebut kecuali dua hal.
“Bisa jadi hatinya orang tersebut terlalu hitam dan gelap dan bisa jadi dia punya kepentingan meski pun hatinya mengakui tesis tersebut” tandasnya.
Karena itu dirinya meminta komitmen para pengurus yang dilantik agar bersungguh-sungguh dan ikhlas dalam menerima amanah ini.
“PWI LS dibentuk untuk mengawal 4 Pilar negara kita yang semakin terkoyak. Salah satunya adalah ada kaum yang hendak dinomorsatukan dan merasa nomor satu dibandingkan yang lain. Dan ini melanggar konstitusi” tukasnya. (Ivan)






