Juni 20, 2024

Kemenag Bakal Gelar Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional 2023 Total Hadiah Rp 2,7 M

Spread the love

MAHARDHIKAnews.com JAKARTA, – Kementerian Agama (Kemenag) bakal menggelar Musabaqah Qira`atil Kutub Tingkat Nasional (MQKN) di Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada 10-18 Juli 2023. Kegiatan yang akan diikuti santri pondok pesantren dan mahasantri Ma’had Aly dari 35 provinsi di Indonesia ini mengusung tema Rekontekstualisasi Turats untuk Peradaban dan Kerukunan Indonesia.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono berharap MQKN 2023 mampu memotivasi dan meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber dari kitab kuning.

“Ini menjadi bagian dari proses kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan,” kata Waryono dikutip dari l Selasa, 4 Juli 2023.di Restaurant Al Zaerah Menteng Jakarta Pusat

Waryono mengungkapkan satu kekhasan pesantren yang tidak dimiliki oleh entitas pendidikan lainnya ialah tradisi keilmuan yang kuat berupa pengajaran kitab kuning (turats) yang hingga kini bertahan di pesantren.

“Melalui tradisi kajian kitab kuning, doktrin-doktrin kitab kuning yang bersumber dan merujuk Alquran dan Sunnah sebagai sumber utama, menjadi ruh dan jiwa yang menggerakkan dan mengarahkan kehidupan pesantren,” jelas dia.

Waryono juga berharap acara MQKN 2023 mampu melahirkan silaturahmi yang baik antar pesantren seluruh Indonesia untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ada sejumlah lomba yang digelar dalam acara MQKN 2023.

Seperti Musabaqah Qira’atil Kutub, Debat Bahasa Arab dan Inggris, Bahtsul Kutub, Debat Qanun, hingga Lalaran Nadhom. Lomba Musabaqah Qira’atil Kutub bertujuan menggali kemampuan santri dalam membaca, menerjemahkan, dan memahami kitab kuning.

Lomba terbagi ke dalam tiga Marhalah, yaitu Marhalah Ula, Marhalah Wustha, Marhalah Ulya dengan kategori peserta perorangan (putra dan putri). “Peserta yang akan mengikuti lomba tersebut adalah santri pesantren dan mahasantri Ma’had Aly dari 35 Kafilah Provinsi di Indonesia dan Pesantren Sunan Drajat selaku tuan rumah MQKN tahun 2023,” papar dia.

Panitia yang tergabung dalam penyelenggara MQKN 2023 merupakan gabungan dari unsur Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan Pesantren Sunan Drajat. Waryono mengungkapkan acara MQKN 2023 juga akan menggelar Halaqoh Ulama Nasional yang diikuti 300 kiai/nyai nasional pada 15-17 Juli 2023.

Kiai/nyai tersebut terdiri dari beberapa unsur, meliputi Pengasuh Pondok Pesantren, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (tingkat wilayah dan cabang), Forum Komunikasi Pendidikan Muadalah (FKPM), Asosiasi Ma’had Aly (AMALI), Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF), Forum Komunikasi Pondok Pesantren Salafiyah (FKPPS), hingga Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).

Halaqoh menjadi ruang pertemuan ulama-ulama pesantren untuk mendiskusikan problem tantangan peradaban baru, melalui manhaj dan tradisi keislaman sebagaimana yang selama ini dijaga diamalkan oleh para ulama pesantren. Selain itu, akan ada Pesantren Bisnis Expo yang menjadi ajang pameran bisnis pesantren.

Santri akan menampilkan berbagai produk unggulan pesantren yang memiliki nilai ekonomi, baik berupa komoditas, jasa, fashion, maupun inovasi teknologi.

“Akan ada 100-an booth pesantren hasil binaan Kemenag lewat program inkubasi bisnis pesantren. Yang mana program tersebut merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama, yakni Kemandirian Pesantren,” beber dia. (Agust)