April 13, 2024

Polrestro Tangerang Kota Mediasi Damai 2 Ormas yang Bentrok di Larangan, Rebutan Lahan Parkir

Spread the love

MAHARDHIKAnews.com Kota Tangerang, – Peristiwa keributan dua organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kreo Larangan, Kota Tangerang berhasil diredam oleh aparat kepolisian Sektor (Polsek) Ciledug dan Polres Metro Tangerang Kota, Polda Metro Jaya dalam hitungan jam pasca kejadian pada Minggu (12/2/2023) semalam.

Keributan dua ormas tersebut diketahui berasal dari Pemuda Pancasila (PP) dan Forkabi dipicu oleh adanya pengelolaan lahan parkir.

Keributan terjadi di Jalan Hos Cokroaminoto, Kreo, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menyebutkan, keributan kedua kelompok ormas itu di latar belakangi oleh adanya kesalahpahaman terkait pengelolaan lahan parkir.

“Peristiwa berawal adanya kelompok ormas satu kelompok ormas yang selisih paham terkait pengelolaan lahan parkir di depan BCA Kreo yang sudah di kelola kelompok ormas lainnya, sehingga terjadi gesekan antar kelompok tersebut,” ungkap Kapolres dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (13/2/2023).

Dalam bentrokan tersebut menyebabkan satu orang mengalami luka di bagian kepala kena lempar dan sudah mendapatkan pengobatan medis.

“Untuk korban satu orang ya, luka di bagian kepala dan sudah diberikan pengobatan di rumah sakit,” jelas Zain.

Zain menuturkan, pihaknya langsung melakukan komunikasi dan mediasi antara kedua kelompok ormas yang terlibat keributan malam itu juga. Kondisi di lokasi kejadian saat ini sudah aman dan kondusif.

“Kedua belah pihak sudah kami pertemukan semalam, setelah dilakukan komunikasi, mereka sepakat menyelesaikan kesalahpahaman tersebut secara kekeluargaan dan berjanji tidak akan terjadi gesekan kembali, jadi situasi sudah kondusif,” tutur Zain.

Kendati demikian, Kapolres menambahkan jajarannya baik itu dari Polsek Ciledug di back up oleh Tim Presisi Polres dan Siaga Polres termasuk TNI dan Satpol PP tetap disiagakan di lokasi guna mengantisipasi provokasi maupun berita hoax.

“Untuk mengantisipasi, puluhan personel TNI, Polri, dan petugas Satpol PP tetap kita siagakan sekitar lokasi kejadian,” pungkasnya. (Ngkong/rls)