Juni 20, 2024

Penembakan Sadis Saat Festival Tahun Baru Imlek di Los Angeles, 10 Orang Tewas

Spread the love

MAHARDHIKAnews.com – Seorang pria bersenjata membunuh 10 orang dan melukai 10 lainnya di Monterey Park, California, Los Angeles, Amerika Serikat (AS) setelah perayaan Tahun Baru Imlek.

Perayaan di Monterey Park adalah salah satu acara Tahun Baru Imlek terbesar di wilayah California Selatan.

Kapten Andrew Meyer dari Departemen Sheriff Los Angeles mengatakan, korban yang terluka dibawa ke rumah sakit dan kondisi mereka berkisar dari stabil hingga kritis. Dia mengatakan 10 orang tewas di tempat kejadian di Monterey Park.

Meyer mengatakan, orang-orang berhamburan keluar dari lokasi sambil berteriak ketika petugas tiba sekitar pukul 22:30 waktu setempat.

“Penembakan terjadi pada Sabtu malam di Monterey Park. Penembaknya laki-laki. Petugas kemudian pergi ke ruang dansa dan menemukan korban lainnya,” kata Meyer dilansir laman Washington Post, Minggu (22/1/2023).

Menurut Meyer, masih terlalu dini dalam penyelidikan untuk mengetahui apakah pria bersenjata itu mengenal seseorang di klub dansa itu, atau apakah kejadian ini meupakan kejahatan rasial atau tidak.

Monterey Park sendiri merupakan kota berpenduduk sekitar 60.000 orang dengan populasi terbesar merupakan pemukim asal Asia. Kota ini berjarak sekitar 10 mil atau 16 kilometer dari pusat kota Los Angeles.

Perayaan Tahun Baru Imlek rencananya akan digelar selama dua hari, namun kalangan pejabat kota itu membatalkan acara hari Minggu (22/1/2023) setelah terjadinya penembakan.

Tragedi itu menandai penembakan massal kelima di AS bulan ini dan yang paling mematikan sejak 21 orang tewas di sebuah sekolah di Uvalde, Texas.

Seung Won Choi, pemilik restoran makanan laut Clam House di seberang jalan tempat penembakan terjadi, mengatakan kepada The Los Angeles Times, bahwa tiga orang bergegas masuk ke bisnisnya dan menyuruhnya untuk mengunci pintu.

“Penembak tampaknya menembak tanpa pandang bulu dengan senjata panjang. Mereka tidak tahu mengapa, jadi mereka lari,” katanya.