Mei 2, 2026

Mirranda Atelier Tampil Di SEDASA Volume 3 Menjadi Bagian Dari Ekosistem Kolaboratif yang Terus Berkembang

IMG-20260502-WA0027
Spread the love

MAHARDIKAnews.com JAKARTA, — Ajang modest fashion SEDASA kembali hadir dengan gebrakan baru. Setelah lahir di Bandung pada 2020 di tengah pandemi Covid-19, kini SEDASA Volume 3 resmi digelar di Jakarta dengan skala lebih besar dan semangat kolaboratif yang semakin kuat.

Mengusung tema “Rhapsody Summit”, perhelatan ini untuk pertama kalinya digelar di InterContinental Hotel Jakarta Pondok Indah pada 1 Mei 2026.

Founder SEDASA, Rya Baraba, menegaskan bahwa misi utama acara ini bukan sekadar estetika runway.

“Selain mengundang para pecinta fashion, kami juga menghadirkan para reseller dari berbagai daerah,” kata dia.

“Harapannya, setelah fashion show berlangsung, terjadi interaksi bisnis dan transaksi langsung antara reseller dengan desainer dan brand. Alhamdulillah, target tersebut selama ini selalu tercapai,” paparnya.

Nama besar seperti Ivan Gunawan tampil sebagai Guest Designer melalui lini Mandhja by Ivan Gunawan. Selain itu, sederet brand dan desainer lain turut meramaikan panggung, seperti Nabila Misha Fashion, Padushi by Novitasari, Gita Orlin, Arabellescarf, Armila Syar’i, AMYZA, Arinna Premium Hijab, Agoest Hanggono, Rumman, Mirranda Atelier, Mayra, Shadec, hingga Motif Hawa.

Di antara deretan desainer yang tampil, Mirranda Atelier berhasil mencuri perhatian lewat koleksi bertajuk “Metropolitan Bloom”.

Sosok Nana Adham Murry layak dijadikan panutan dalam mengembangkan bisnis fashion di era digital seperti saat ini.

Betapa tidak, wanita kelahiran Pangkalpinang ini merupakan pencetus brand Miranda Atelier yang telah merambah pasar fashion nasional.

Brand yang digawangi oleh desainer Nana Adham Murry ini menghadirkan interpretasi unik tentang kehidupan urban modern yang dinamis, namun tetap berpadu dengan sentuhan feminin yang elegan.

Urbie’s, koleksi ini mengangkat perpaduan antara karakter urban yang tegas dengan kelembutan feminin dalam satu harmoni visual yang refined. Melalui siluet yang cenderung structured namun tetap flowy, Mirranda Atelier menghadirkan tampilan yang modern, adaptif, dan tetap anggun—cocok untuk perempuan masa kini yang aktif di tengah ritme kota.

Dari sisi desain, eksplorasi garis-garis tegas yang terinspirasi dari arsitektur kota menjadi elemen utama dalam koleksi ini. Motif stripe yang digunakan tidak hanya sekadar estetika, tetapi juga merepresentasikan ritme kehidupan metropolitan yang cepat, terarah, dan dinamis. Hal ini sekaligus menjadi simbol perjalanan dan progresivitas perempuan modern.

Material yang dipilih pun memperkuat konsep tersebut. Kombinasi lace, chantilly, cotton, dan silk menciptakan kontras menarik antara struktur dan transparansi. Detail embroidery, lace overlay, hingga permainan tekstur transparan memberikan sentuhan feminin yang kuat tanpa menghilangkan kesan clean dan modern.

Untuk palet warna, Mirranda Atelier mengusung tone earthy dan netral seperti beige, brown, hingga olive, dengan aksen warna bold yang memberikan karakter. Hasilnya adalah tampilan yang hangat, versatile, namun tetap mencerminkan nuansa urban modern.

Kehadiran Mirranda Atelier di SEDASA Volume 3 menjadi bagian dari ekosistem kolaboratif yang terus berkembang. Seperti yang diketahui, SEDASA tidak hanya menghadirkan fashion show, tetapi juga exhibition dan awarding, sekaligus membuka peluang bagi desainer dan brand lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (Gr)