Senin, 21 September 2026 Lugas – Tegas – Terpercaya
Mahardhika News
INFO TERKINI
Gol Tunggal Isak Bawa Liverpool Menang Tipis di Markas Bournemouth Bawa 1.000 Butir Tramadol untuk Pesanan, Pria 41 Tahun Diciduk Polisi di Sepatan Omah Singgah NU Al Fath Jadi Sponsor Utama Festival Bazar UMKM Jurangmangu Timur 2026 50 Stand Meriahkan Festival Bazar dan UMKM 2026 MWC NU Pondok Aren di Jurangmangu Timur MT Khairunnisa Meriahkan Momen Perayaan Maulid Nabi di Masjid Al Muiz Kinayungan 105 Masjid Al Muiz Kavling Kinayungan Gelar Maulid Nabi dan Santuni 13 Anak Yatim Persib Bandung Hadapi Persijap Jepara, Igor Tolic Waspadai Ancaman Laskar Kalinyamat Proyek Internet Desa 2021 Diduga Tak Terealisasi, PT GMC Klaim Alami Kerugian Miliaran Rupiah
Mahardhika News TV
LIVE
Beranda › Artikel › Mahardhika Premium

Mirranda Atelier Tampil Di SEDASA Volume 3 Menjadi Bagian Dari Ekosistem Kolaboratif yang Terus Berkembang

BAGIKAN ARTIKELMirranda Atelier Tampil Di SEDASA Volume 3 Menjadi Bagian Dari Ekosistem Kolaboratif yang Terus Berkembanghttps://www.mahardhikanews.com/2026/05/02/mirranda-atelier-tampil-di-sedasa-volume-3-menjadi-bagian-dari-ekosistem-kolaboratif-yang-terus-berkembang/
Mirranda Atelier Tampil Di SEDASA Volume 3 Menjadi Bagian Dari Ekosistem Kolaboratif yang Terus Berkembang

MAHARDIKAnews.com JAKARTA, — Ajang modest fashion SEDASA kembali hadir dengan gebrakan baru. Setelah lahir di Bandung pada 2020 di tengah pandemi Covid-19, kini SEDASA Volume 3 resmi digelar di Jakarta dengan skala lebih besar dan semangat kolaboratif yang semakin kuat.

MAHARDIKAnews.com JAKARTA, — Ajang modest fashion SEDASA kembali hadir dengan gebrakan baru. Setelah lahir di Bandung pada 2020 di tengah pandemi Covid-19, kini SEDASA Volume 3 resmi digelar di Jakarta dengan skala lebih besar dan semangat kolaboratif yang semakin kuat.

Mengusung tema “Rhapsody Summit”, perhelatan ini untuk pertama kalinya digelar di InterContinental Hotel Jakarta Pondok Indah pada 1 Mei 2026.

Founder SEDASA, Rya Baraba, menegaskan bahwa misi utama acara ini bukan sekadar estetika runway.

“Selain mengundang para pecinta fashion, kami juga menghadirkan para reseller dari berbagai daerah,” kata dia.

“Harapannya, setelah fashion show berlangsung, terjadi interaksi bisnis dan transaksi langsung antara reseller dengan desainer dan brand. Alhamdulillah, target tersebut selama ini selalu tercapai,” paparnya.

Nama besar seperti Ivan Gunawan tampil sebagai Guest Designer melalui lini Mandhja by Ivan Gunawan. Selain itu, sederet brand dan desainer lain turut meramaikan panggung, seperti Nabila Misha Fashion, Padushi by Novitasari, Gita Orlin, Arabellescarf, Armila Syar’i, AMYZA, Arinna Premium Hijab, Agoest Hanggono, Rumman, Mirranda Atelier, Mayra, Shadec, hingga Motif Hawa.

Di antara deretan desainer yang tampil, Mirranda Atelier berhasil mencuri perhatian lewat koleksi bertajuk “Metropolitan Bloom”.

Sosok Nana Adham Murry layak dijadikan panutan dalam mengembangkan bisnis fashion di era digital seperti saat ini.

Betapa tidak, wanita kelahiran Pangkalpinang ini merupakan pencetus brand Miranda Atelier yang telah merambah pasar fashion nasional.

Brand yang digawangi oleh desainer Nana Adham Murry ini menghadirkan interpretasi unik tentang kehidupan urban modern yang dinamis, namun tetap berpadu dengan sentuhan feminin yang elegan.

Urbie’s, koleksi ini mengangkat perpaduan antara karakter urban yang tegas dengan kelembutan feminin dalam satu harmoni visual yang refined. Melalui siluet yang cenderung structured namun tetap flowy, Mirranda Atelier menghadirkan tampilan yang modern, adaptif, dan tetap anggun—cocok untuk perempuan masa kini yang aktif di tengah ritme kota.

Dari sisi desain, eksplorasi garis-garis tegas yang terinspirasi dari arsitektur kota menjadi elemen utama dalam koleksi ini. Motif stripe yang digunakan tidak hanya sekadar estetika, tetapi juga merepresentasikan ritme kehidupan metropolitan yang cepat, terarah, dan dinamis. Hal ini sekaligus menjadi simbol perjalanan dan progresivitas perempuan modern.

Material yang dipilih pun memperkuat konsep tersebut. Kombinasi lace, chantilly, cotton, dan silk menciptakan kontras menarik antara struktur dan transparansi. Detail embroidery, lace overlay, hingga permainan tekstur transparan memberikan sentuhan feminin yang kuat tanpa menghilangkan kesan clean dan modern.

Untuk palet warna, Mirranda Atelier mengusung tone earthy dan netral seperti beige, brown, hingga olive, dengan aksen warna bold yang memberikan karakter. Hasilnya adalah tampilan yang hangat, versatile, namun tetap mencerminkan nuansa urban modern.

Kehadiran Mirranda Atelier di SEDASA Volume 3 menjadi bagian dari ekosistem kolaboratif yang terus berkembang. Seperti yang diketahui, SEDASA tidak hanya menghadirkan fashion show, tetapi juga exhibition dan awarding, sekaligus membuka peluang bagi desainer dan brand lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas. (Gr)