Haul ke 3 KH. Maman di Serdang Wetan, mengenang Keteladanan Ulama Pejuang Umat
MAHARDHIKAnews.com KAB. TANGERANG, — Suasana khidmat menyelimuti Dusun Candu RT 01/01, Desa Serdang Wetan, saat ratusan warga berkumpul dalam acara Haul ke-3 (alm) Kyai Haji Maman, seorang tokoh ulama yang dikenal sebagai sosok sederhana, bersahaja, dan penuh keteladanan dalam membimbing umat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Minggu (25/05) dan menjadi momentum penuh makna dalam mengenang jasa dan perjuangan almarhum semasa hidupnya.
Acara yang dipusatkan di kediaman keluarga besar almarhum ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat pemerintah desa, serta Kepala Desa Serdang Wetan, Bapak Dody Munanto.
Kehadiran para tokoh tersebut menandakan betapa besar pengaruh dan cinta masyarakat terhadap sosok K.H. Maman yang dikenal luas sebagai ulama karismatik dan pemersatu umat.
Kegiatan haul diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama setempat.
Suasana haru menyelimuti hadirin saat nama K.H. Maman disebut dalam doa-doa, mengingat kembali jasa beliau dalam mendidik, membina, dan memperjuangkan nilai-nilai keislaman dan kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Serdang Wetan, Dody Munanto, menyampaikan rasa hormat dan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar almarhum atas terselenggaranya acara tersebut.
“Alm. K.H. Maman adalah figur yang patut dijadikan teladan. Semangat beliau dalam membina masyarakat, tanpa pamrih, menjadikan beliau sosok panutan yang tak tergantikan,” ujarnya.
Selain doa dan tahlil, acara juga diisi dengan tausiyah dari para kyai dan ustaz terkemuka yang mengenang keteguhan almarhum dalam berdakwah di tengah tantangan zaman.
“Beliau bukan hanya guru agama, tetapi juga pengayom masyarakat. Rumah beliau selalu terbuka untuk siapa pun yang membutuhkan nasihat maupun bantuan,” tutur salah satu penceramah.
Tak hanya menjadi ajang mengenang, acara haul ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga. Banyak warga yang datang dari luar daerah, termasuk para santri dan murid almarhum dari berbagai generasi yang ingin menunjukkan rasa hormat dan cinta kepada guru mereka.
Semangat kebersamaan terasa kental sepanjang acara, menunjukkan bahwa warisan moral dan spiritual yang ditinggalkan oleh K.H. Maman. (SriAnna / Nana)






