Peringati Hari Santri 2024, Omah Singgah Yatim NU Al Fath Gelar Syukuran dan Aneka Kesenian
MAHARDHIKAnews.com KOTA TANGSEL, – Peringatan Hari Santri yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2024, banyak dirayakan oleh sebagian besar umat Islam khususnya kaum Nahdliyyin (NU) dengan berbagai cara, tak terkecuali di Omah Singgah (Omsing) Yatim NU Al Fath.
Omah Singgah Yatim NU Al Fath, yang terletak di Jl. Garuda No. 107 A Jurangmangu Timur Pondok Aren Tangsel merayakan hari santri dengan menyuguhkan berbagai aneka kesenian, seperti seni tari, puisi, nyanyian hingga drama kabaret.
Puluhan santriwati itu bergiliran tampil membawakan kreasinya di panggung sebagai bentuk kegembiraan dalam perayaan Hari Santri yang merupakan hari bahagia bagi mereka, Selasa (22/10).
Di mulai dengan pembacaan ayat suci Al Qur’an, acara dilanjutkan dengan sambutan pemilik dan pengelola Omah Singgah NU Al Fath H. Fathur Rahman dan tausiyah agama oleh Pj. Bupati Demak KH. Ali Maksun.

Dalam sambutannya, H. Fathur Rahman menyampaikan rasa terimakasih pada keluarganya yang selama ini mendukung kegiatan Omsing NU Al Fath.
“Terima kasih pada istri saya tercinta dan anak-anak saya. Juga pada adik-adik saya yang mendukung kegiatan disini. Tanpa mereka tentu kegiatan Omsing tak akan berjalan” katanya.
Dia juga meminta agar para orang tua wali santri bisa mengerti dengan program kegiatan di Omah Singgah, dan mendukung putra putrinya, agar bersemangat dalam mengikuti pelajaran yang diberikan.
“Jika anaknya sholat Tahajud maka kalo bisa orang tua nya juga tahajud. Begitu pun jika anaknya habis sholat mengaji, maka mereka pun ikut mengaji atau mutholaah meski di rumah masing – masing,” harap H. Fathur.
Sedangkan Pj Bupati Demak yang juga Rois Syuriah PCNU Demak Kyai Maksun dalam pidatonya memberikan sejarah singkat tentang lahirnya hari Santri yang di awali dengan adanya Resolusi Jihad oleh Hadratus Syeikh Hasyim Ashari.
Dalam resolusi jihad tersebut, diantaranya berisikan tentang kewajiban bagi setiap umat islam, untuk melawan penjajahan Belanda pada saat perang kemerdekaan.
Kyai Ali Maksun yang kebetulan memiliki urusan di Jakarta, menyempatkan hadir di acara ini guna merayakan hari santri karena memiliki hubungan yang dekat dengan H. Fathur melalui sekretarisnya.
Nampak hadir dalam acara ini Kyai Muhammad Jamil SQ dari PCNU Tangsel, Kyai Slamet dan perwakilan dari PCNU Kota Tangerang Amirul Yaqin.
Direktur Asshiddiqie International school Bekasi KH. Abdul Haris M.Pd.I., yang merupakan teman kecil H. Fathur Rahman saat masih di madrasah dahulu, dan ketua alumni Ikatan Mahasiswa Nahdliyyin (ALIMAN) PKNĀ STAN Kyai Tamam Khaulani. (Ivan)






