Hadir di Tawaqufan dan Rowahan Akbar Majelis Pesona, Mubalig Dakil Bikin Nuansa Berbeda
MAHARDHIKAnews.com TANGSEL, – Para Mubaligh yang tergabung dalam Dakwah Keliling (Dakil) Nahdlatul Ulama Tangsel turut hadir di acara Penutupan Sementara (Tawaqufan) dan Rowahan Akbar Majelis Pecinta Sholawat Nariyah (Pesona) pimpinan KH. Firmansyah Al Batawi atau yang populer dengan panggilan Ki Wiro.
Kehadiran para Mubalig Dakil di acara yang dilangsungkan di Ponpes Kun Fayakun, Jl. Perigi Tangsel yang juga dipimpin oleh Ki Wiro ini membuat nuansa acara malam ini terasa berbeda dari biasanya, Senin (04/03).
Perbedaan itu nampak terasa karena biasanya setelah acara dzikiran dan sholawatan, majelis langsung di tutup dengan do’a dan makan bersama, tapi malam ini mereka bisa menyaksikan tausiyah agama yang disampaikan oleh para mubalig Dakil.

Kehadiran para Mubaligh Dakil di acara ini memang sudah semestinya, karena Ki Wiro sendiri merupakan salah satu pendiri Dakil. Terlebih lagi acara ini juga dihadiri oleh Gus Andi Wibowo selaku pendiri majelis Pesona yang merupakan pembina Dakil selama ini.
Tampil perdana pada malam Tawaqufan ini, pimpinan majelis Sabilal Muhtadin Ki Irfan Abatasa yang mengajak pada para jama’ah agar meluruskan niat dan hati saat berada di majelis ilmu.
“Bagi kita para pencari ilmu dan keberkahan, maka wajib hukumnya bagi kita menjaga hati pada guru. Jangan sampai kita berfikiran dan berprasangka buruk pada guru saat ada di majelis” ujarnya.

Di penampilan kedua, Panglima Dakil KH. Hasan Asahi Oramahi mengajak para jama’ah agar memperbanyak baca Al Qur’an di bulan suci Romadhon yang akan di jalani nanti.
Anjuran memperbanyak baca Istighfar juga di ingatkan oleh Ustadz Maulana atau Ki Jaka Cinta. Sedangkan Ustadz Mail sebagai mubaligh terakhir yang menutup acara ini, mengingatkan para jama’ah agar selalu husnudzhon atau berprasangka baik pada Allah SWT.
“Prasangka buruk itu bukan hanya pada manusia saja yang tidak boleh, tapi juga pada yang maha kuasa” ujarnya.
Lanjutnya, Kita kadang suka lupa, saat kita sedang sulit kita kadang berburuk sangka pada Allah seolah Allah tak adil dengan diri kita dibandingkan yang lain.
“Semua itu ujian. Saat senang maupun susah maka semua ujian Allah pada kita. Wajib bagi kita tetap berbaik sangka pada Allah agar kehidupan kita semakin baik kedepannya” tukas Ustadz Mail.
Meski bernada pesan, namun dengan gaya bicara para penceramah Dakil yang terkenal santai namun berisi ini, membuat suasana tawaqufan ini jadi semarak dan penuh nuansa keakraban satu sama lainnya. (Cholik)






