BUMDes Sinar Harapan Tanjungmekar Tanam Bibit Jagung Perdana, Dukung Ketahanan Pangan Desa
MAHARDHIKAnews.com KAB. KARAWANG, — Untuk mewujudkan program ketahanan pangan (Ketapang) nasional, Desa Tanjungmekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, melaksanakan kegiatan perdana BUMDes Sinar Harapan Tanjungmekar, dengan menanam bibit jagung di lahan sewaan sawah, seluas 1 hektar di Dusun Cabang RT.001 RW.001, Senin (13/10).
Kegiatan tanam bibit jagung (Nabati) ini merupakan tahap awal yang dikolaborasikan dengan penambahan area empang seluas 7 hektar untuk budidaya ikan bandeng (Hewani) di Dusun Pakis I RT.001 RW.005 sebagai program Ketapang tahun anggaran 2025 yang didanai melalui pencairan tahap kedua sebesar Rp 96.678.800.
Penanaman dilakukan dalam satu hamparan lahan dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah desa dan BUMDes untuk mendorong kemandirian pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Pj Kepala Desa (Kades) Tanjungmekar, Sardi, SE., Sekdes, Pendamping Lokal Desa (PLD) Sardi, Ketua BUMDes Nursalim, Bendahara Tamin Miharja, dan Sekretaris Ilham Alfarizi M, SH, Perangkat Desa, Kapolsek, IPDA Saefurrohman, SH dan tokoh masyarakat.

Ketua BUMDes Sinar Harapan Tanjungmekar, Nursalim, menyampaikan bahwa penanaman jagung akan dibantu langsung oleh masyarakat dengan target panen dalam waktu tiga bulan kedepan. Bibit jagung yang digunakan sebanyak 50 kg, jumlah ini memang sengaja dilebihkan dari kebutuhan untuk mengantisipasi gagal tumbuh.
“Jika masih ada bibit tersisa, kami akan tanam di lahan milik masyarakat dengan sistem bagi hasil, meskipun tidak termasuk dalam lahan 1 hektar,” tegas Nursalim.
Pj Kades Tanjungmekar, Sardi, SE., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya pengawasan dan antisipasi terhadap berbagai tantangan di lapangan.
“Kita harus antisipasi potensi serangan hama maupun pencurian tanaman. Jagung ini adalah milik kita bersama, maka perlu dijaga agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Kegiatan penanaman bibit jagung ini menjadi wujud nyata kolaborasi pemerintah desa, masyarakat, dan berbagai unsur pendukung di tingkat kecamatan dan kabupaten. Diharapkan, program ini mampu memberikan hasil yang optimal dan menjadi contoh sukses pelaksanaan ketahanan pangan (Ketapang) di wilayah Desa Tanjungmekar,” pungkasnya.
Hasil penelusuran fakta dilapangan oleh awak media mahardhikanews, pasca pencairan dana desa tahap 1 dan 2 tahun anggaran 2025 telah dialokasikan untuk BUMDes lebih kurang sebesar 20 persen.
Dengan rincian sebagai berikut: Penyertaan modal untuk BUMDes tahap awal sebesar Rp 145.018.200 dan tahap dua sebesar Rp 96.678.800 Total menjadi Rp 241.697.000.
Diketahui bersama bahwa Pemerintah Desa Tanjungmekar menerima anggaran Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 dari APBN sebesar Rp 929.534.000. Informasi ini diperoleh dari laman resmi DJPK Kementerian Keuangan. (D-Hunter)






