Diduga Tak Sesuai Spek, Penurapan Jalan Segaran – Pulo Putri Jadi Sorotan Warga
MAHARDHIKAnews.com KAB.KARAWANG,- Proyek pembangunan penurapan jalan Segaran-Pulo Putri Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya, proyek senilai Rp 188.913.000,- (Seratus delapan puluh delapan juta sembilan ratus tiga belas ribu rupiah) yang dikerjakan CV Segara Arta itu diduga asal jadi (tidak sesuai spek).
Pengerjaan proyek juga terkesan tanpa adanya pengawasan ketat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan telah menunjukkan bahwa pekerjaan penurapan dilakukan asal-asalan, dengan hasil yang tidak maksimal. Terbukti bahwa galian pondasi yang seharusnya memiliki kedalaman standar, justru malah terlihat dangkal, dan hanya diberi satu lapis batu belah sebagai pondasi awal.
Hal tersebut menimbulkan kecurigaan kuat adanya penyimpangan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan terindikasi praktik pengurangan bahan material demi meraup keuntungan lebih besar.
“Lihat saja kang, ko pekerjaannya seperti itu. Terkesan asal jadi,” ujar warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, yang geram melihat kondisi proyek tersebut.
Menurutnya pekerjaan yang sudah mencapai kurang lebih 40 meter, namun belum terlihat satu pun pengawas dari Dinas PUPR yang datang meninjau. Papan informasi proyek pun bukan dipasang atas inisiatif pelaksana.
“Pondasi cuma menggunakan satu batu belah, apa ga takut roboh ? Belum tiga bulan bisa-bisa sudah hancur,” tambahnya dengan nada khawatir.
Warga sekitar pun menilai proyek bantuan dari pemerintah daerah ini dikerjakan tanpa mengindahkan kualitas dan spesifikasi teknis, seolah hanya sekedar untuk formalitas agar bisa menyerap anggaran.
Sementara hingga berita ini diterbitkan, mandor pelaksana maupun pihak pengawas dari Dinas PUPR Karawang belum dapat dikonfirmasi. Keberadaan mereka pun jelas dipertanyakan, karena tak satupun terlihat dilokasi saat pekerjaan berlangsung.
Situasi ini menambah panjang daftar proyek infrastruktur di Karawang yang diduga dikerjakan asal jadi. Masyarakat berharap adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan audit investigatif dari instansi terkait, agar praktik semacam ini tidak terus berulang dan memastikan tidak terjadi kerugian negara serta menjamin keamanan masyarakat sekitar.
“Jalan belum selesai, kepercayaan warga sudah runtuh duluan,” sindir salah satu warga lainnya dengan nada getir. (D-Hunter)






